by

Vaksinasi Massal di Aru Langgar Prokes

DOBO-BKA, Program vaksinasi massal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aru lewat Dinas Kesehatan terhadap para ASN dan honorer Pemkab ini, diduga langgar protokol kesehatan karena menimbulkan kerumunan.

Pantauan Koran ini, vaksinasi khusus itu yang berlangsung pada Selasa (3/8) kemarin, di lapangan upacara kantor Bupati Kepulauan Aru, Dobo. Fatalnya, vaksinasi itu tak mengindahkan protokol kesehatan (Prokes), hingga, menimbulkan kerumunan besar-besaran.

Padahal sesuai data angka Covid-19 yang dirilis Dinkes Kepulauan Aru, setiap harinya Aru merupakan salah satu daerah yang mempunyai angka Covid-19 tertinggi untuk 11 (sebelas) Kabupaten/Kota di Maluku.

Kelalaian Dinas Kesehatan Aru dalam menerapkan Prokes sesuai standar Covid-19 itu pun menuai kontra. Masyarakat menilai, dinas terkait harusnya memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat dalam memutus mata rantai Covid-19 di daerah itu.

Masyarakat juga mempertanyakan, dampak dan akibat dari kerumunan itu, apakah ada sanksi pidana yang diberikan kepada ASN dan dinas terkait, karena tidak mematuhi Prokes.

Baca juga: Ambon Balik Zona Orange

“Semestinya pemerintah berikan contoh yang baik dalam memutus mata rantai Covid-19 di daerah ini. Bukan menonjolkan hal yang salah. Kalau masyarakat yang buat kerumunan pasti pemerintah salahkan masyarakat dan berikan sanksi. Lantas kalau pemerintah yang salah, siapa yang akan berikan sanksi ?” tanya beberapa warga, yang menolak namanya disebutkan, kepada media ini, Rabu (4/8).

Menurut warga, melonjaknya angka Covid-19 di daerah julukan Jargaria/Sarkwarisa tersebut membuat Kepualaun Aru diwajibkan menjalankan PPKM Level III sesuai perintah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

“Kita masyarakat taat kepada aturan, tapi pemerintah tidak. Padahal, naiknya angka Covid-19 di daerah ini sangat meresahkan masyarakat. Tetapi pemerintah di daerah ini enak-enak saja dengan melanggar prokes. PPKM diberlakukan di daerah ini karena angka Covid-19 kita lebih tinggi. Tapi hal itu tak digubris pemerintah sedikitpun, ini fatal,” kesal salah satu warga.

Ia berharap, ada ketegasan yang diberikan bupati maupun wakil bupati kepada dinas terkait, yang sengaja melanggar prokes Covid-19. Sebab, setiap warga negara Indonesia harus tunduk dan taat terhadao aturan dan undang-undang yang berlaku.

“Kami harap hukum ditegakkan. Sanksi harus diberikan. Jangan tebang pilih. Sebab siapa pun di negara ini harus tunduk dan taat kepada aturan. Jangankan pemerintah lalu dibiarkan. Ini salah, ya kalau salah harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” harapnya.

Direktur RSUD Cenderawasih Dobo, Wati Gunawan yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kepulauan Aru, saat ketika dikonfirmasi mengaku, tak mengetahui tentang pelanggaran prokes yang terjadi.

Sebab, pihaknya hanya bertugas melayani PNS dan honorer yang datang untuk divaksin. Dan yang punya kewenangan mengatur prokes agar tidak terjadi kerumunan, adalah aparat keamanan yakni unsur TNI/Polri dan SatPol-PP.

“Kami Dinkes tidak punya kewenangan untuk mengatur Prokes. Kewenangan itu ada di TNI/Polri dan SatPol-PP. Kita hanya melayani PNS dan honor yang datang vaksin. Hal ini sudah dibicarakan dalam rapat bersama jelang proses vaksin berlangsung,” terangnya

Baca juga: Polres MBD Sambangi Kampus Gelar Vaksinasi Presisi

Kata dia, bukan serta merta Dinkes harus disalahkan abaikan prokes sehingga terjadi kerumanan. Akan tetapi, kurangnya kesadaran dari PNS dan honorer. Selain itu, petugas pengamanan yang dipercayakan mengawal proses vaksinasi itu tidak tegas, sehingga terjadi kerumunan.

“Jadi sudah jelas, siapa yang punya tugas itu. Kan sudah diatur dalam tim Covid juga. Jadi jangan kita Dinkes yang disalahkan, karena tugas kita hanya menyuntikan vaksin ya,” pungkasnya.

Sekedar tahu, proses vaksinasi yang dikhususkan untuk ASN dan honorer Pemkab Aru itu, tertuang dalam surat perintah Bupati Kabupaten Kepulauan Aru nomor 443. 1/567 tertanggal 2 Agustus 2021.

Diketahui pula, SatPol-PP tidak terlihat di lokasi vaksin. Tetapi hanya beberapa petugas dari Koramil 1503-03 Dobo dan Brimob Kompi II Yon C Aru. (WAL)

Comment