by

Vanath Ancam Kembalikan Desa Jadi Dusun

Ambon, BKA- Situasi politik Pilkada Seram Bagian Timur (SBT) kian memanas. Saling serang dalam narasi dan opini politik yang disuguhkan ke publik semakin tak terbendung.

Bahkan narasi ancaman terhadap pemilih dijadikan materi kampanye. Seperti yang disampaikan Abdullah Vanath yang merupakan mentor politik pasangan calon Rohani Vanath dan M Ramli Mahu (Nina-Ramah), saat berkampanye di Desa Kwamor yang masuk dalam petuanan Ukar Sengan, Kecamatan Seram Timur, beberapa waktu lalu.

Mantan Bupati SBT dua periode ini dengan lantang mengancam masyarakat pemilih di desa itu dalam kampanye politiknya. Dia akan mengembalikan status desa tersebut menjadi dusun, jika tidak menyumbangkan suara signifikan bagi kemenangan pasangan Nina-Ramah pada saat pencoblosan 9 Desember mendatang.

Ancaman itu, katanya, tentu akan diwujudkan kalau pasangan calon kepala daerah yang diusungnya, Nina-Ramah, dapat memenangkan kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati SBT.

Bukan hanya kepada masyarakat Desa Kwamor, tapi ancaman itu juga disampaikan Vanath kepada semua masyarakat desa yang masuk dalam petuanan Ukar Sengan.

“Untung ada 200 miliar Dana Desa. Itu beta (saya) yang bikin. Andaikan tidak ada Dana Desa, matilah semua masyarakat SBT. Ya, jadi beta (saya) mau kasih ingat kamong (kalian) yang ada disini. Ya, sampai besok Nina-Ramah jadi (menang), lalu kamong (kalian) seng (tidak) kasih kontribusi suara, kamong (kalian) pung (punya) desa, beta (saya) bisa kasi hilang akan. Ya, kamong (kalian) kepala-kepala desa ini jangan kamong (kalian) main-main dengan beta (saya). Kamong (kalian) ini tidak memenuhi syarat jadi desa, ini beta (saya) yang spekulasi, la (lalu) setiap tahun kamong (kalian) dapat dana empat sampai lima miliar. Beta tau bikin akan, jadi beta tau bikin akan hilang,” terang Vanath, dalam orasi kampanyenya di petuanan Ukar Sengan, Desa Kwamor Kecamatan Seram Timur, 8 November, pekan lalu.

Bukan hanya mengancam untuk mengembalikan status desa di petuanan Ukar Sengan menjadi dusun, Ketua Tim Percepatan Pemekaran Kabupaten SBT itu juga mengancam, akan meleburkan beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Pulau Panjang dan kecamatan persiapan Ukar Sengan.

“Kamong (kalian) seng (tidak) kasih kontribusi buat Nina-Ramah, besok kalau Nina-Ramah menang, kamong (kalian) seng (tidak) ada kecamatan Ukar Sengan. Kamong (kalian) kembali ke dusun. Disini bukan beta (saya) gertak kamong (kalian). Tapi di Gorom, beta (saya) juga sampaikan. Di Pulau Panjang, beta (saya) bilang, kamong (kalian) pung (punya) kecamatan ini, beta (saya) gabung kamong (kalian) dengan Kataloka. Jadi kalau sampe besok Nina-Rama menang, lalu komong (kalian) tidak menangkan Nina-Ramah secara telak disini, kamong (kalian) pung (punya) desa beta (saya) kasih hilang. Dan kamong (kalian) seng (tidak) bisa gertak beta (saya), beta (saya) seng (tidak) pernah takut orang,” pungkasnya. (LAN)

Comment