by

Viral Uang Rp15 Juta Dimakan Rayap, LPS Imbau Nabung di Bank

video berisi uang kertas Rp15 juta hancur dimakan rayap viral di media sosial. Diunggah pertama kali oleh Citra Permatasari lewat akun TikTok @cheetoss227, video tersebut kini disukai 168,4 ribu kali dan dipenuhi 15,7 ribu komentar.
Citra menuliskan uang yang dimakan rayap dalam video tersebut adalah milik tantenya yang tinggal di Woimenda, Sulawesi Tenggara, dan berjumlah Rp15 juta. Uang itu disebut disimpan di bawah kasur, karena lokasi rumah tantenya jauh dari bank.

“Di ambil pelajaran yaa teman teman, uang total 15 juta di makan rayap akibat simpan di bawah kasur selama 3thn lebih lamanya,” ujar Citra dalam unggahannya.

Dalam kolom komentar video tersebut, Citra juga mengatakan bahwa uang yang bisa ditukar hanya Rp900 ribu. “Iya ngab (bang), ludes Rp15 juta , diganti oleh pihak Bank BRI tapi gantinya Rp900 ribu maap ga bisa balas satu satu,” tulisnya.

Awalnya, sang tante berniat menggunakan uang tabungan tersebut untuk merenovasi rumah. Namun, karena lokasi rumahnya jauh dari bank, uang tersebut disimpan rusak dimakan rayap.

Pada komentar lainnya ia juga menyebutkan uang tersebut dibawa ke Bank Indonesia untuk ditukarkan. “Iya enggak dibuang kok, udah dibawa ke BI,” tulisnya.

Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpan Purbaya mengatakan kejadian tersebut perlu jadi pembelajaran bagi masyarakat yang hendak menyimpan uang dalam jumlah besar.

Menurutnya menabung di bank, baik untuk kebutuhan kebutuhan membangun rumah hingga pendidikan anak akan lebih aman di bank dan dapat diambil kapan saja.

“Tabungan masyarakat di bank dijamin oleh kami LPS, dengan maksimal tabungan Rp2 miliar. Jadi kalau banknya bangkrut atau ditutup, kami yang akan jamin, pastinya lebih aman. Rugi itu dia karena enggak bisa diganti itu,” tuturnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/1).

Menurut Purbaya memang sempat ada beberapa isu yang menyebabkan orang enggan menempatkan uang di bank. Salah satunya karena kekhawatiran sektor finansial mengalami guncangan akibat pandemi covid-19.

“Saya bisa tegaskan sektor finansial kita sudah stabil. Kalau enggak sampai 2 miliar dijamin LPS 100 persen. Jadi itu rugi itu harusnya uangnya bisa dibelikan kasur yang enggak ada rayapnya,” terangnya.

Di samping itu, rumah di daerah tak menjadi alasan untuk tidak menyimpan uang di bank. Pasalnya, jika tak bisa mengakses bank besar, masyarakat dapat mengakses bank kecil seperti bank pengkreditan rakyat.

“Kalau rakyat kecil kan bank daerah, BPR. Jadi bank BPR-nya sebenarnya memang harus diperkuat juga untuk menimbulkan rasa aman di masyarakat,” ucapnya.

(INt)

Comment