by

Visitasi Unimma Maluku Dilakukan Secara Online

Ambon, BKA- Setelah Menuggu kurang lebih lima tahun, pendirian Universitas Muhammadiyah (Unimma) Maluku diuji lewat visitasi secara online.

Visitasi secara virtual yang berlangsung di lantai II SD Muhammadiyah Ambon, Kamis(13/8), dilakukan tim asesor Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yang disaksikan Kepala LLDikti wilayah IX Maluku dan Maluku Utara, Muhammad Bugis, yang didampingi, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku, Ketua BPH dan Ketua tim pendiri Unimma Ambon.

Visitasi dilakukan pada empat aspek penilaian, antara lain, aspek kelembagaan, hukum, keuangan dan rektorat, yang berada pada tujuh titik lokasi, baik di Kota Ambon maupun di Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), sebagai lolasi berdirinya kampus Unimma Maluku.

Kepala LLDikti wilayah IX Maluku dan Maluku Utara, Muhammad Bugis, mengatakan, proses pendirian Unimma Maluku sudah berlangsung cukup lama. Namun ada beberapa kendala yang dihadapi, khususnya lokasi yang akan dijadikan sebagai kampus induk.

“Ini prosesnya sudah lama, tapi ada kendala dipermintaan lahan. Sudah ada lahan, tapi masih sertifikasinya. Tapi kita inten prosesnya di tahun 2019. Tapi ini termasuk proses paling cepat sampai akhirnya dilakukan visitasi,” ujarnya.

Namun untuk memastikan kapan ijin operasional Unimma dikeluarkan, Bugis mengatakan, semuanya tergantung pihak kementerian. Tinggal bagimana berbagai kekurangan yang ada, nantinya diperbaiki secepatnya.

“Tapi saya yakin, sekitar bulan Oktober hingga November, ijin operasional sudah dikeluarkan,” kata Bugis.

Ditempat yang sama, Ketua PWM Maluku, A.H. Latua. S, menjelaskan, proses pendirian Unimma Maluku dimulai sejak tahun 2019. Namun saat masih terkendala dengan persoalan lahan, termasuk persiapan tenaga dosen sesuai dengan bidang masing-masing.

“Nanti 2019, kita minta Dikti untuk melakukan survey, evaluasi dan asesmen, untuk mendampingi kami membuat dokumen kelengkapan adiminstrasi, sehingga Alhamdulillah dalam waktu tiga hari ini mereka melakukan visitasi dari kelembagaan Unimma Maluku,” jelasnya.

Secara aturan, akui Latua, proses yang harus dilalui masih dua tahap lagi.
“Setelah ini kita dikasi waktu 14 hari untuk memperbaiki kekurangan sesuai empat aspek penilian. Setelah itu kita laporkan dan selanjutnya tinggal kita menunggu kapan dikeluarkan ijin operasionalnya,”cetusnya.

Dikatakan, sebagai langkah awal aktifitas Unimma Maluku akan dimulai dengan tiga fakultas dengan lima program studi (prodi), yakni, Fakultas Keguruan dan pendidikan, meliputi Matematika dan Biologi. Fakultas Perikanan dan Kelautan meliputi, perikanan tangkap dan ilmu kelautan. Serta Fakultas Pertanian dengan jurusan kehutanan. (RHM)

Comment