by

Waeapo Suplai Beras Hingga Luar Buru

Ambon, BKA- Sektor pertanian menjadi pilar penting dalam menopang pembangunan di Kabupaten Buru.

Salah satu sentra produksi pangan, khususnya beras, terbesar di Kabupaten Buru ada di Kecamatan Waeapo.

Produksi beras dari sejumlah desa di kecamatan tersebut tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan di Kabupaten Buru, tapi juga disuplai ke kabupaten lain di Maluku. Seperti ke Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Camat Waeapo, Baharudin Besan, mengungkapkan, potensi pertanian di Kabupaten Buru, khususnya di Kecamatan Waeapo, memang sangat menjanjikan, karena didukung dengan lahan pertanian yang luas dan subur.

Kecamatan Waeapo, katanya, memiliki tujuh desa, yaitu, Desa Savana Jaya, Gogorea, Waetele, Waekerta, Waekasar, Waenetat dan Desa Wanareja.

Selain memiliki tujuh desa definitif, ada juga dua desa persiapan. Yaitu, esa Rawamangun dan Desa Indra Pura.


“Pertanian di Buru pusatnya di Waeapo. Semua itu menyuplai pangan,” kata Baharudin, kepada BeritaKota Ambon, Senin (11/1).

Untuk itu, tingkat kesejahteraan masyarakat Kecamatan Waeapo didominasi dari bidang pertanian, yang hasilnya bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Buru saja, tapi juga disuplai ke luar kabupaten.

“Dilihat dari skala prioritas hasil panen dalam basis pertanian, di Kecamatan Waeapo lebih tinggi dari kecamatan yang lain. sehingga hasil pertanian padi bukan hanya prioritasnya di Kabupaten Buru, tapi mampu menyuplai pangan (beras) ke Kabupaten Buru Selatan,” ungkapnya.

Tak hanya untuk Bursel, tambahnya, kedapan, produksi padi dari Kecamatan Waeapo juga akan disuplai ke Kabupaten lain di Maluku maupun Kabupaten Sula di Provinsi Maluku Utara.

“Memberikan pelayanan pertanian ini sesuai dengan keputusan bapak Bupati, Ramly Umasugi, bahwa bukan hanya memberikan skala prioritas di Kabupaten Buru Selatan, tapi ada beberapa kabupaten yang akan dilayani Kabupaten Buru terkait masalah pangan, yaitu, masalah beras maupun masalah pertanian lainnya,” pungkasnya.(MSR)

Comment