by

Wakil Bupati Pimpin Apel Siaga Bencana

Wakili Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey, memimpin apel gelar pasukan kesiap-siagaan dalam rangka menghadapi bencana alam, di Lapangan Yos Sudarso Dobo, pekan kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Sugeng Kundarwanto, Komandan Lanal Aru Letkol Laut (P) Choirur Roziqin, Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Dobo Maju Purba, Danramil 1503-03/Dobo Kapten Inf Bhakri Renhoat, Katim Basarnas Unit Dobo H. Lopies, Kabag Ops Polres Kepulauan Aru AKP Jandri Alfons, Kepala BPBD Kepulauan Aru Hendrik Ngutra.


Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey, mengatakan, apel gelar pasukan itu merupakan salah satu bentuk evaluasi terhadap kesiap-siagaan, baik dari kekuatan personil dan materil, dalam menghadapi potensi kerawanan terjadinya bencana alam yang kadang tak terduga.

“Saya mau katakan, bahwa pelaksanaan apel ini perlu dilaksanakan secara bersama-sama, baik dari unsur TNI/Polri, Pemkab Kepulauan Aru serta instansi terkait yang ada, untuk melakukan pemantapan kesiapan dalam mengantisipasi segala bentuk bencana alam yang terjadi,” ucap Sogalrey.

Menurut dia, kehadiran Polri, TNI, Pemkab, maupun stakeholder terkait secara langsung, dapat mewujudkan stabilitas yang baik dan kondusif di bumi Jargaria/Sarkwarisa tercinta.


Hal itu, katanya, sesuai Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 merupakan perangkat hukum pertama, yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif (pengelolalaan resiko bencana).

Selain itu, menurut Sogalrey, penanggulangan bencana merupakan proses yang dinamis, berlanjut dan terpadu, untuk meningkatkan kualitas langkah-langkah yang berhubungan dengan observasi dan analisis serta pencegahan, penjinakan, kesiap-siagaan, penanganan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi yang diakibatkan oleh peristiwa kebencanaan.

“Kalau kita melihat kondisi geografis wilayah kita yang terkategori rentan bencana, maka tentu menuntut kesiap-siagaan kita semua dalam penanganannya. Jadi selain pemerintah, ya masyarakat juga diharapkan dapat turut berperan aktif dalam proses penanggulangan bencana,” ajak Sogalrey.

Untuk itu, dia berharap, apel tersebut jangan hanya dijadikan ajang seremonial biasa. Tapi dijadikan salah satu prinsip fenomenal kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana alam maupun non alam, yaitu, mencegah lebih baik dari pada meratapi.

”Saya mau bilang, takdir itu pilihan saat kita masih diberi kesempatan memilih takdir yang lebih baik. Mengapa menunggu takdir yang berujung pada bencana. Mari kita cegah bencana yang sewaktu-waktu bisa ada di Kepulauan Aru yang kita cintai ini,” pungkas Sogalrey.(WAL)

Comment