by

Waktu Dekat, Berkas Dua Pencuri Senpi Dibawa ke Jaksa

Ambon, BKA- Dipastikan dalam waktu dekat, berkas perkara dua tersangka pencuri senjata api (senpi) dengan tersangka masing-masing SA dan MK akan dibawa ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon untuk diteliti.

“Berkasnya mungkin dalam waktu dekat, penyidik akan tahap I ke JPU,” ungkap Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia kepada koran ini,Minggu kemarin.

Kata dia, berkas perkara ini sementara dirampungkan tim penyidik. Disamping itu, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait.
“Jadi sambil dirampung. Penyidik juga periksa saksi-saksi bila masih terdapat kekurangan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Lantaran nekad melakukan pencurian senjata api (Senpi) milik anggota Polsek Salahutu berinisial FP, dua pemuda Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), masing-masing SA dan MK dibekuk oleh anggota Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.
Tragisnya, saat dilakukan penangkapan terhadap SA, dia melakukan perlawanan sehingga harus diberi tembakan peringatan di bagian kakinya. Hal ini dilakukan anggota di kediamannya di Tulehu Kamis (5/11) pekan lalu.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol, Leo Surya Nugraha Simatupang dalam keterangan persnya di Mapolresta Pulau Ambon, Rabu (11/11) menjelaskan, kejadian pembobalan rumah anggota Polisi terjadi Minggu (1/11).

Saat itu SA yang berniat mencuri membobol jendala rumah FP, kemudian mengambil tas milik FP yang isinya adalah HP dan Senjata Api jenis Revolver.
“Itu kan niat mereka ini mencuri HP, posisinya anggota ini menaruh tas yang isi senpi di atas lemari yang jaraknya tidak jauh dari jendela yang dibobol itu,” beber Kapolresta.
Sebelum beraksi di rumah FP, kedua tersangka merupakan sindikat pencuri yang kerap beraksi di sejumlah rumah di Tulehu. Sebelum tertangkap mencuri Senpi, kedua tersangka juga melakukan perbuatan yang sama dengan mencuri HP di salah satu rumah di kawasan dusun Pahlawan desa Tulehu.
Pasca kejadian, Satuan reskrim Polresta Ambon kemudian melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas kedua tersangka. Selanjutnya anggota diturunkan dan menangkap keduanya di rumah masing masing dikawasan Tulehu pada Kamis (5/11).
Saat dilakukan penangkapan, SA salah satu tersangka mencoba melawan dan hendak melarikan diri sehingga polisi terpaksa mengeluarkan tembakan yang mengenai kaki kanan SA.
“Salah satu tersangka terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melarikan diri, sementara barang bukti ditanam tersangka disamping rumah, jadi awalnya senpi itu ada 6 peluru, namun saat diamankan tinggal 5 peluru, nah hasil interogasi tersngka S menembakan 1 peluru ke arah udara untuk memastikan senjata tersebut aktif atau tidak,”pungkasnya.
Untuk mempertanghung jawabkan perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (SAD)

Comment