by

Walang Belajar Solusi Terhambatnya Program “Klassku”

AMBON-BKA, Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, diisi dengan cara yang berbeda-beda. Seperti yang dilakukan Danrem 151/ Binaiya, Brigjen TNI Arnold A.P Ritiauw.

Tahun ini, Danrem 151/ Binaiya, Brigjen TNI Arnold A.P Ritiauw, mengisi peringatan Hari Anak Nasional dengan berkunjung ke walang belajar anak Desa Kanike dan Huaulu di Seram Utara, Maluku Tengah, Sabtu (24/7).

Walang belajar merupakan fasilitas pendukung belajar anak-anak di Desa Kanike dan Huaulu, yang dibangun Dandim 1502/Masohi, Letkol Inf Sang Ngurah Wikrama W, bersama Danramil 1502-05/Wahai, Kapten Inf Safarudin Latuamuri.

Untuk itu, mewakili Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Jeffry A. Rahawarin, Danrem menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pembangunan wadah untuk mencerdaskan anak-anak di sekitar desa tersebut.

“Mereka adalah anak-anak Indonesia. Semangat yang luar biasa dari Danramil maupun Babinsa, atas dukungan raja ke tiga desa untuk menjawab keinginan masyarakat yang rindu akan kemajuan anak-anak mereka, kemudian bahu-membahu hingga berdirinya rumah belajar tersebut,” kata Danrem.

Menurutnya, walang belajar tersebut merupakan salah satu solusi terhambatnya program belajar “Klassku” yang dicanangkan Pangdam XVI/Pattimura, beberapa waktu lalu.

“Penerapan program belajar online “Klassku” tidak dapat optimal, karena keterbatasan akses internet di wilayah Seram Utara dan sebagian besar wilayah lain di Maluku dan Maluku Utara,” paparnya.

Danrem berharap, walang belajar itu dapat diikuti dan menjadi role model bagi Kodim lainnya di wilayah Kodam XVI/Pattimura, minimal setiap Koramil memiliki dua walang belajar.(SAD)

Comment