by

Wali Kota Apresiasi GP Anshor

Ambon, BKA- Bantuan masker medis yang diberikan Gerakan Pemuda (GP) Anshor Wilayah Maluku dan Kota Ambon kepada Pemerintah Kota, diapresiasi Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Bantuan masker medis untuk memutus penyebaran Covid-19 itu, berlangsung di pelataran Balai Kota, Rabu (23/12).

Sekretaris Wilayah (Sekwil) GP Anshor Maluku, Mashuri Maswatu mengatakan, pihaknya akan bertekad untuk menjadikan Ambon sebagai kota pencontohan penerapan protokol kesehatan di Maluku.

“Ambon kita upayakan untuk menjadi kota percontohan pencegahan Covid-19. Pada 16 Desember yang lalu kita telah melaunching distribusi 5 juta, diseluruh Indondesia termasuk Ambon. Dan hari ini (kemarin) masker yang akan kami bagikan di Kota Ambon kurang lebih 15.000 masker,” kata Maswatu.

Dituturkan, masker tersebut akan dibagikan kepada mereka yang rentan terhadap penyebaran Covid-19. Seperti pemungut sampah di tempat pembuangan sampah, warga yang bekerja di tempat pemakaman umum, ibu-ibu di pasar dan para tenaga medis. Selebihnya untuk warga masyarakat lainnya.

“Apapun alasannya yang menjadi prioritas kita saat ini adalah kemanusiaan harus tetap dijunjung tinggi. Menyelamatkan nyawa manusia itu lebih penting bagi kami. Kita akan tetap bersama Pemkot untuk perangi Covid-19 ini,” tegas dia.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy memberikan apresiasi kepada GP Anshor Maluku, yang telah peduli terhadap penyebaran pandemik Covid-19 di Maluku, khususnya Kota Ambon.

“Kepada teman-teman GP Ansor wilayah maupun kota yang telah berpartisipasi, bukan saja bertindak sebagai garda terdepan untuk membela bangsa dan negara ini, tapi saat negara mengalami ancaman pandemic, mereka juga hadir. Salah satunya dengan program pembagian masker di seluruh wilayah Indonesia, termasuk 15.000 masker medis yang kita terima hari ini (kemarin),” kata dia.

Menurut Richard, kasus pandemi Covid-19 di Kota Ambon, dalam sepekan terakhir menunjukkan tren kenaikan yang terkonfirmasi sudah mendekati pintu 600.

“Dan 600 itu yang lagi dirawat dan terkonfirmasi. Bayangkan saja, itupun karena kita kerja keras. Kalau tidak kita kerja keras mungkin ini tidak bisa kita kendalikan,” paparnya.

Diakui, saat ini Ambon masih berada di zona orange dengan skor 1.95, sehingga masih bisa dikendalikan. Tak hanya itu orang nomor satu di Kota Ambon ini mengaku, yang ada di Maluku saat ini hanya Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang masih berstatus zona merah.

“Kemudian yang kuning satu yang hijau cuma satu di Seram Bagian Barat (SBB), sisahnya semua orange. Kita bersyukur untuk terus berada disini (zona orange), dan tetap berupaya untuk kita kuning,” bebernya. (BKA-1)

Comment