by

Walikota Akui Berurusan Dengan Pemilik Lahan

Soal Lahan Pemakaman Covid-19

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku, tidak ambil pusing terkait polemik tempat Pemakaman Khusus (TPK) Covid-19 di kawasan desa Hunuth. Sebab, Pemerintah Kota Ambon telah diizinkan oleh pemilik lahan yang sah dan punya sertifikat, yaitu De Keizer.

Hal ini menurut Richard, untuk memperjelas terkait polemik lahan TPK Covid-19 yang diklaim oleh pihak lain sebagai pemilik sah atas lahan tersebut. Bahkan sempat ada ancaman penutupan lahan.

Menurut dia, jika ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia, pihaknya tetap akan melakukan pemakaman di TPK Covid-19. Karena telah diizinkan oleh pemilik lahan TPU Covid-19 yang mempunyai sertifikat tanah.

“Lokasi itu memiliki sertifikat. Bukan tanah pusaka ya. Oleh karena itu kita berurusan dengan pemilik sertifikat,” tegas Richard kepada awak media, Jumat (11/12).

Dituturkan, sebelumnya pernah ada perdebatan antara pemilik lahan TPK Covid-19 dengan pihak keluarga yang mengklaim pemilik lahan. Tetapi kata dia, persoalan tersebut tidak ada urusan dengan Pemerintah Kota, dan biarkan pihak dimaksud menyelesaikan masalah itu di pengadilan.

Pasalnya, ketika ada masyarakat kota Ambon yang meninggal dan dinyatakan Covid-19, maka pihaknya tetap menggunakan lahan tersebut untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19. Karena hal tersebut telah merupkan persetujuan antara pemerintah kota dengan pemilik lahan yang punya sertifikat atas tanah itu.

“Sama sekali tidak ada kepentingan, tidak akan mungkin pemerintah itu mengambil sebuah lokasi itu tanpa ada sertifikat. Itu ada sertifikat resmi, lalu kemudian mereka komplain itu urusan lain,” pesannya.

Lanjut Richard, sampai saat ini, pemilik lahan TPU Covid-19 yang sertifikat tanah itu, sering berkomunikasi dengan Pemkot Ambon. (BKA-1)

Comment