by

Walikota Belum Ijinkan Belajar Tatap Muka

beritakotaambon.com – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy belum mengizinkan seluruh sekolah untuk menerapkan pola Belajar Tatap Muka (BTM). Sementara sesuai Instruksi Presiden RI, Joko Widodo, sudah memperbolehkan sekolah untuk belajar tatap muka, apabila guru dan murid telah divaksin Covid-19.

Menurut Richard, alasan belum diijinkan belajar tatap muka, karena target vaksinasi untuk anak remaja usia 12-17 tahun belum tercapai.

“Kita punya anak-anak yang sudah divaksin itu kurang lebih baru 10 persen atau 3.000 sekian. Tapi target kita kurang lebih 33.000,” ungkap Richard, kepada wartawan, Selasa (24/8).

Apabila dua bulan mendatang, lanjut dia, program vaksinasi Covid-19 terhadap anak remaja telah memenuhi target yang ditentukan, maka Pemkot Ambon kembali melakukan evaluasi.

“Mudah-mudahan dalam 1 atau 2 bulan kedepan program vaksin remaja ini bisa tercapai. Karena kalau sudah tercapai kita akan ambil kebijakan baru,” sebutnya.

Baca juga: Pelaku Usaha Dinilai Belum Taat PPKM

Walikota dua periode ini menilai, Belajar Tatap Muka bisa menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19, jika tidak diatur dengan baik. Sehingga pihaknya belum bisa menerapkan belajar tatap muka di sekolah.

“Kalau anak-anak kena Covid-19 itu sangat bahaya dalam penularan Covid-19. Karena mereka pasti menularkan virus ini ke orang tua atau kakak di rumah,” ucap dia.

Dikatakan, hal ini menjadi pertimbangan Pemkot Ambon dalam mengijinkan guru dan murid melakukan belajar tatap muka di dalam satu ruangan sekolah.

“Kita juga harap anak-anak belajar offline atau belajar tatap muka. Tapi bagaimana kalau mereka belum vaksin. Guru memang sudah vaksin, tapi anak-anak belum semua. Kalau mereka semua sudah vaksin, pasti resiko keterpaparan juga kecil,” kuncinya.

Tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohy menyebutkan, setelah Provinsi Maluku memasuki level 3 dan perpanjangan PPKM diberi kelonggaran, maka sekolah-sekolah di kota Ambon akan di buka. Dan hal tersebut menunggu ijin dari gubernur dan juga Walikota Ambon.

“Inikan sudah jelas, karena kalau kita ikut keterangan dari Pak menteri, daerah di level 3 itu sudah bisa tatap muka. Tetapi tatap muka terbatas dengan prokes. Hanya di Ambon inikan seluruh persiapan untuk ke arah itukan sudah selesai. Sekolah-sekolah sudah menata seluruh formasi ruangan, jumlah siswa juga sudah di tatah semuanya. Tinggal kita tunggu ijin dari Pak wali (walikota),” imbuhnya.

Dijelaskan, pihaknya akan melihat, misalnya jumlah 100 anak berarti bisa di bagi 50-50, dan tergantung sekolah bersangkutan memformat ruangannya. “Kemudian jam belajarnya bisa dipersingkat, sekolah- sekolah yang kapasitas besar, mungkin sifnya per hari. Seperti hari Senin kelas 12 kemudian hari Rabu, dan Kamis kelas 3 dan 4 seperti itu,” lanjutnya.

Secara teknis, kata Fahmi, hal tersebut sudah dipersiapkan. Akan tetapi, kembali lagi ke ijin dari gubernur juga walikota.

“Kesiapan untuk pemberlakuan tatap muka itu, tetapi sampai sekarang kan zonasi, kota Ambon itukan belum baik ada yang merah, orange jadi tidak bisa diprediksikan. Sesuai dengan kondisi zonasi, kota Ambon, kalau memang sudah masuk di wilayah kuning, apalagi hijau, saya kira tidak ada masalah tetap proses pembelajaran tatap muka akan dilangsungkan,” paparnya

Baca juga: BPOM Pastikan Produk Vaksinasi Aman

Ia menambahkan, jika ikut ketentuan belajar 1 jam saja, sekolah-sekolah secara maksimal bisa menerapkan jam pembelajarannya. Apalagi sekolah yang kapasitasnya besar.

“Belajar 1 jam saya kira tidak ada masalah, yang penting protokol kesehatan di jaga betul. Jalur masuk dan jalur keluar juga anak-anak di jemput oleh orang tua, formatnya sudah jelas. Semua tinggal kita tunggu ijin dari Pa wali, karena kita tidak bisa melangkah tanpa arahan atau perintah pak walikota,” kuncinya. (IAN/MG-2)

Comment