by

Walikota Dianugerahi Penghargaan IKT 2020

Ambon, BKA- Dinilai sebagai salah satu kota toleran terbaik di Indonesia, Kota Ambon mendapat penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) 2020. Penghargaan ini berdasrakan penilaian yang dilakukan SETARA Institut, bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Sesuai hasil penilaian, SETARA Institute memberikan penghargaan IKT kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy karena dianggap telah berhasil dalam memimpin Kota Ambon.
“Penghargaan kita berikan kepada 10 walikota yang dinilai berhasil dalam memimpin wilayahnya maupun dalam hal kebijakan,” kata Irjen Kemendagri, Tumpang Haposan Simanjuntak, lewat rilis Humas Pemkot kepada koran ini, Kamis (25/2).

Dijelaskan, ada 10 Walikota yang dapat penghargaan diantara Walikota Ambon, Walikota Salatiga, Walikota Bekasi, Walikota Sukabumi, Walikota Kediri, Walikota Ambon, Walikota Surabaya, Walikota Kupang, Walikota Tomohon, Walikota Manado dan Walikota Singkawang.
“Dalam kacamata Good Governance, kesepuluh walikota ini tidak ada catatan khusus. Ini luar biasa,” tutur Simanjuntak.

Menurutnya, apresiasi tersebut disampaikan karena 10 walikota ini telah berhasil menjaga toleransi di kota yang dipimpin. Sehingga penghargaaan yang diberikan SETARA Institut yang merupakan lembaga independen, dilakukan melalui pendekatan ilmiah, survei kepuasaan dan indikator-indikator lainnya.

“Sehingga para pimpinan daerah yang mendapat penghargaan saat ini misalnya, merupakan para pimpinan yang teruji dan terbukti sangat baik dalam mengambil dan membuat kebijakan. Untuk itu, saya ucapkan selamat kepada kota yang menerima Award sebagai kota paling toleran di Indonesia,” tandasnya.

Simanjuntak berharap, keberhasilan sepuluh walikota di indonesia dalam menjaga toleransi di daerah, bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mendukung konsep toleransi dalam tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Keseluruhan walikota ini telah memimpin kotanya dengan baik dan mendapat Award dari Setara Institute yang merupakan lembaga independen dengan memakai sejumlah variable atau data,” pungkasnya. (IAN)

Comment