by

Walikota Didesak Aktifkan BTM

beritakotaambon.com – Fraksi Demokrat DPRD Kota Ambon mendesak walikota Ambon, Richard Louhenapessy, untuk segera mengaktifkan proses Belajar Tatap Muka (BTM) di sekolah.

Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Ambon, Julius Toisuta, mengaku, sudah waktunya walikota mengizinkan proses BTM bagi siswa dan guru di sekolah. Dimana sebagian besar siswa usia 12 keatas sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Bahkan kondisi Ambon saat ini sudah berada di zona kuning, penyebaran Covid-19.

Menurutnya, ketika ada kelonggaran bagi tempat usaha maupun tempat hiburan yang dibuka dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro level III, maka proses belajar tatap muka juga harus dilakukan. Mengingat jumlah kasus terkonfimasi menurun drastis dan angka kematian pasien Covid-19 juga berkurang.

“Pak wali hanya melihat peningkatan ekonomi, tapi dari sisi pendidikan kurang mendapat perhatian khusus. Harapan kami di fraksi, ini harus dievaluasi. Karena belajar Daring atau online ini tidak efektif. Apalagi bagi anak didik yang kurang mampu, ini sangat memberatkan. Maka itu, belajar tatap muka harus segera dibuka. Apalagi sebagian besar anak-anak usia 12 sampai 18 tahun sudah divaksin,” kata Toisuta, kepada wartawan, di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (30/8).

Ketika diberikan kelonggaran bagi pelaku usaha dan tempat hiburan, sambung dia, maka pemerintah lewat kebijakan walikota harus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk BTM, yang nantinya diperketat lewat protokol kesehatan (prokes), misalnya, pembatasan jam belajar atau jumlah siswa di kelas.

“Dari informasi Dinas Pendidikan, itu sudah siapkan strategis untuk tatap muka. Maka itu, harus segera dievaluasi dan tidak perlu lagi belajar Daring. Apalagi dari sisi pendidikan kita masih dibawah, harusnya ini didorong oleh pemerintah. Jangan hanya melihat sisi ekonomi, tapi juga dari sisi pendidikan yang harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

Dikatakan, dari jumlah vaksinasi bagi anak usia 12-18 tahun yang dilakukan pemerintah, jika memang belum semuanya, maka bisa saling koordinasi antar dinas pendidikan dan dinas kesehatan. Sehingga bisa turun melakukan vaksinasi, sehingga proses belajar tatap muka bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“Kalau ini bicara soal protokol kesehatan, menurut saya tidak masalah. Apalagi sebagian besar kan sudah ikut vaksin. Artinya bicara di Ambon, banyak orang juga belum vaksin, tapi tempat hiburan dan tempat usaha diberi kelonggaran untuk buka. Harusnya belajar tatap muka juga dibuka. Kalau seperti ini terus, kasihan pendidikan anak didik juga terancam,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy belum memberikan izin bagi sekolah-sekolah belajar tatap muka. Padahal, Presiden RI, Joko Widodo sudah memperbolehkan sekolah untuk terapkan belajar tatap muka, apabila guru dan siswa telah disuntik vaksin Covid-19.

Namun walikota belum mengijinkan BTM, dengan alasan target vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun belum tercapai.

“Kita punya anak-anak yang sudah divaksin itu kurang lebih baru 10 persen atau 3000 sekian. Tapi target kita kurang lebih 33.000,” ungkapnya, Selasa (24/8).

Baca juga:
Ambon Diupayakan Jadi Kota Layak Anak

Menurutnya, jika dua bulan kedepan vaksinasi bagi anak usia tersebut memenuhi target, maka Pemkot Ambon akan melakukan evaluasi. Karena menurutnya, BTM bisa menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19, jika tidak diatur dengan baik. Untuk itu belum bisa diterapkan.

Dan hal ini, sambung Richard, menjadi pertimbangan Pemkot Ambon untuk mengijinkan BTM.

“Kita juga harap anak-anak belajar offline atau belajar tatap muka. Tapi bagaimana kalau mereka belum vaksin. Guru memang sudah vaksin. Tapi anak-anak belum semua. Kalau mereka semua sudah vaksin, pasti resiko keterpaparan juga kecil,” pungkasnya.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriansz, sebelumnya mengaku, Kota Ambon telah masuk zona kuning penyebaran Covid-19. Ini berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan RI per 22 Agustus 2021. Dimana Ambon mengalami tren peningkatan poin sebesar 0.40 dari minggu sebelumnya, sehingga mencapai skor 2.68.

Dan hal ini, lanjut Joy, sudah diprediksi sebelumnya. Sebab, saat berada pada zona orange sebelumnya, skor kota Ambon 2.28 poin, hanya terpaut 0.12 poin dari zona kuning.

“Tentunya kita optimis jika kondisi ini tetap bertahan, minggu ini kita dapat masuk ke Zona kuning. Untuk itu Tim Satgas tetap memberikan himbuan kepada masyarakat untuk memberi dukungan terhadap vaksinasi, dan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” pungkas Joy, Rabu (25/8).

“Penutupan dua RS Lapangan Pemkot Ambon menjadi pertanda positif. Hal itu menunjukan bahwa angka kesembuhan semakin tinggi, disamping itu angka kematian juga semakin berkurang,” lanjut Joy. (UPE/IAN)

Comment