by

Walikota : Pembangunan Kota Ambon Belum Ideal

beritakotaambon.com – Tidak lama lagi, masa kepemimpinan Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler selaku Walikota dan Wakil Walikota Ambon periode 2017-2022, segera berakhir. Sisa pembangunan yang dikerjakan, dirasa belum bisa diselesaikan. Sehingga pemimpin baru diharapkan bisa melanjutkan pembangunan tersebut.

“Kita harap pemimpin akan datang tidak bongkar pembangunan. Belum renovasi ini rumah lagi sudah dibongkar. Nah, ini yang bahaya,” terang Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, kepada wartawan, Rabu (8/9).

Menurut Richard, pembangunan Ibukota Provinsi Maluku ini dalam perencanaan yang baik. Yakni dimulai sejak tahun 2006 hingga 2026 akan datang.

Baca juga: Upacara HUT Kota Ambon Berlangsung Sederhana

“Ini RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) pertama untuk 20 tahun. Tahun 2006 sampai 2011 tahap pertama dibangun. Jadi ibarat kita bangun rumah, itu baru pondasinya,” tuturnya.

Sementara di tahun 2011-2016, sambung Richard, merupakan periode pertamanya. “Ibarat periode pertama saya itu, kita sudah cor tiang-tiang rumah. Tahun 2016-2021 kepemimpinan saya dan Pak Syarif, ibarat kita sudah tutup ini rumah. Kondisi sekarang sebetulnya, warga sudah bisa tinggal di rumah yang aman,” tandas mantan anggota DPRD Maluku ini.

Ia mencontohkan, meski masyarakat sudah menempati rumah yang dibangun ini, namun bukan rumah atau pembangunan yang dilakukan belum ideal. “Rumah ideal itu nanti 2021-2026. Jadi walikota yang akan datang nanti dia yang siapkan perabotan rumah. Seperti sprimbet, sofa, kulkas pokoknya semuanya. Untuk kepentingan rumah,” paparnya.

Untuk itu, Walikota dua periode ini berharap, pemimpin baru bisa melanjutkan apa yang belum dituntaskannya bersama Syarif Hadler selaku Wakil Walikota Ambon.

“Nanti, Ambon ini betul-betul sejahtera dan aman, itu nanti dalam RPJP kedua tahun 2026-2046. Nah itu semangat pemimpin baru yang harus kita dorong,” cetusnya.

Baca juga: Pemkot Beri Penghargaan ke Harian BeritaKota Ambon

Richard menambahkan, dalam membangun Kota ini untuk lebih baik, maka segala kepentingan politik harus dihindari. “Harus kepentingan rakyat yang diprioritaskan,” tutup Richard. (IAN)

Baca juga:
Pemkot Segera Aktifkan Belajar Tatap Muka

Comment