by

Walikota : Pertalite Untungkan Pengusaha Angkot

beritakotaambon.com – Polemik rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) premium dan digantikan dengan jenis Petralite khusus (PLK) oleh Pertamina, disikapi oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Namun, walikota dua periode ini menilai, langkah tersebut justru menguntungkan pengusaha angkot.

Di lain sisi, banyak sopir angkot yang mengeluh. Bahkan melakukan aksi mogok secara serentak beberapa hari lalu. Karena menolak rencana penghapusan BBM subsidi jenis premium, dengan alasan harga Pertalite lebih mahal dari Premium (bensin).

Dan selama pandemi Covid-19, pemerintah kota telah membatasi jumlah penumpang angkot 50 persen hingga jam operasi angkot lewat sistim ganjil genap, untuk mencegah penularan Covid-19. Sehingga berdampak terhadap penurunan pendapatan sopir maupun pengusaha angkot.

Menurut Richard, jika menggunakan Pertalite, maka kendaraan akan lama mengalami kerusakan. Bahkan tidak boros, sehingga pengusaha angkot bisa mendapatkan untung.

“Jika pakai Pertalite, usia kendaraan panjang dan perawatan lebih mudah, sehingga menguntungkan pengusaha angkot,” sebut Richard, kepada wartawan, Senin (30/8).

Baca juga: Dinsos Kesulitan Vaksin ODGJ

Terkait dengan penghapusan BBM jenis Premium dari seluruh SPBU, Richard mengaku, itu langkah baik yang diambil. Sebab, dampak negatifnya cukup banyak.

“Premium memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan turut berkontribusi pada kenaikan suhu bumi, salah satu isu yang menjadi perhatian Pemkot,” ungkapnya.

Selain menyebabkan polusi, sambung Politisi Golkar ini, BBM jenis Premium juga membuat kendaraan boros dan kurang bertenaga. Dan rencana penghapusan Premium di seluruh SPBU di Indonesia oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Ambon nantinya hanya menyesuaikan.

Kata dia, saat ini Premium belum dihilangkan di SPBU Kota Ambon. Masih ada dua SPBU yang melayani BBM jenis Premium.

“Per tanggal 7 September 2021, Kota Ambon bebas dari BBM Jenis Premium, dan saat ini hanya tinggal dua SPBU yang melayani penjualan Premium,” tukasnya.

Dia menambahkan, jika Premium telah dihapus, maka seluruh angkot akan menggunakan BBM jenis Pertalite. Dan karena harga pertalite cukup mahal, maka Pemerintah Kota Ambon akan menyesuaikan tarif angkot. Perubahan tarif angkot akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Penyesuaian atau kenaikan tarif ini akan ditinjau, sehingga tidak memberatkan masyarakat. Nanti dihitung sesuai jarak jauh atau dekat,” tutup mantan anggota DPRD Maluku ini. (IAN)

Comment