by

Walikota Pimpin Razia Yustisi

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Ricard Louhenapessy, turun langsung memimpin razia yustisi untuk penegakkan Peraturan Walikota Nomor 25 tahun 2020, yang digelar di depan ACC Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Minggu (20/9).

Razia yustisi memang menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon pada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi jilid lima. Sehingga siapapun warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan, baik yang tidak gunakan masker maupun ada angkutan kota yang bermuatan lebih dari 6 penumpang atau mobil pribadi yang bermuatan lebih 4 orang, akan ditindak tegas.

Pantauan BeritaKota Ambon, Walikota Ambon hadir bersama Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, dan Sekertaris Kota (Sekkot) Ambon, A. G. Latuheru, di lokasi razia pada pukul 15.20 WIT.

“Bagi mereka yang tidak memakai masker, akan dikenakan sanksi lewat tindak pidana ringan, pada pengadilan Negeri Ambon,” tegas Louhenapessy.

Menurut dia, upaya penegakan disiplin yang dilakukan Pemkot Ambon tersebut sudah memperlihatkan hasil yang positif. Masyarakat sudah cukup taat terhadap protokol kesehatan.

“Memang masih ada masyarakat yang masih melanggar, terutama beberapa pengemudi yang belum taati protokol kesehatan. Namun pada umumnya, masyarakat sudah cukup taat,” ungkapnya.

Sebelumnya, kegiatan razia itu diawali dengan arahan singkat dan doa bersama yang dipimpin oleh Sekkot Ambon, A. G. Latuheru. Dia meminta, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Ambon dapat menjalankan tugas dengan baik, tanpa menggunakan kekerasan atau pun arogansi.

Tim GTPP yang terdiri dari Anggota TNI, Polri, Sat Pol-PP, Dinas Perhubungan, dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Ambon, diharapkan dapat lebih mengedukasi masyarakat pada pelaksanaan razia itu.

Dari pelaksanaan razia yang digelar hingga pukul 18.11 WIT itu, terdapat puluhan warga yang terjaring. Pelanggaran yang paling dominan ditemui, yakni, warga beraktivitas tanpa menggunakan masker.(BKA-1)

Comment