by

Walikota Sanksi Oknum Satgas Covid-19

Oknum Satgas Covid-19 Kota Ambon yang memberikan teguran hingga sanksi sosial kepada sejumlah ibu-ibu penjual ikan (papalele) hingga viral di media sosial, diberikan sanksi oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dengan dibebastugaskan sementara sebagai Satgas Covid-19.

Sebelum disikapi walikota, video oknum Satgas Covid-19 ini menuai banyak kecaman dari masyarakat Kota Ambon.
Postingan yang ramai dishare atau dibagikan ke facebook, Instagram, atau WhatsApp, mendapat kritikan pedas dari warganet di Ambon. Mereka mengecam aksi oknum satgas yang dinilai tidak menghormati dan menghargai para ibu papalele tersebut.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid 19, Joy Adriaansz menyebutkan, walikota dan pihaknya telah menggelar pertemuan dengan mengundang para ibu papalele itu, melalui zoom meeting untuk meminta maaf secara langsung. Permohonan maaf juga disampaikan kepada seluruh masyarakat dan warganet, atas peristiwa tersebut.

“Walikota atas nama Pemkot, Satgas Covid 19, telah bertemu dengan ibu–ibu papalele tersebut melalui zoom meeting yang digelar siang ini (Sabtu) dan meminta maaf yang sebesar–besarnya. Juga kepada semua masyarakat kota Ambon dan warganet yang menjadi terusik dengan kejadian tersebut,” ungkap Joy, di Balai Kota, Sabtu (10/7).

Di kesempatan yang sama, para ibu papalele juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kota dan Satgas Covid 19 Kota Ambon atas pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan. Mereka juga berjanji untuk lebih disiplin lagi dalam penerapan protokol kesehatan kedepan.

Joy menjelaskan, sanksi sosial yang diberikan sebenarnya bukanlah hal yang baru, sanksi diluar sanksi administratif, seperti push-up ataupun bernyanyi, diterapkan semata-mata untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang tidak disiplin protokol kesehatan dalam pelaksanaan PKM, PSBB, PSBB Transisi, hingga PPKM Mikro saat ini.

Walikota Ambon sendiri, sambung Joy, dalam arahan pada apel konsolidasi Tim Satgas Covid 19 Kota Ambon pada pekan lalu menjelaskan, pelaksanaan pengawasan tim satgas dalam PPKM Mikro harus lebih tegas. Namun bukan berarti kasar, tetapi mengedepankan persuasif, bukan tindakan emosional. Ini semua dilakukan demi kebaikan dan keselamatan masyarakat Ambon sendiri.
“Oleh sebab itu, Walikota Ambon bersama kami tim Satgas Covid-19 Kota Ambon, turut menyayangkan adanya peristiwa tersebut,” tutur Joy.

Menurut dia, sebagai tindakan tegas, oknum satgas covid-19 Kota Ambon yang membentak ibu-ibu papalele dalam video tersebut, telah ditegur dan dibebastugaskan sementara untuk mendapatkan pembinaan. “Yang bersangkutan saat ini sudah dibebastugaskan dan mendapatkan pembinaan,” beber dia.

Joy juga mengaku, peristiwa ini akan dijadikan bahan evaluasi dan koreksi terhadap kinerja satgas Covid-19 kota Ambon di lapangan. Agar dapat bertindak secara proporsional. Dan diharapkan peristiwa ini tidak dijadikan polemik yang berkepanjangan.
“Walikota atas nama Pemkot dan Tim Satgas Covid 19, memberikan apresiasi kepada warganet atas kritikan yang diberikan. Tentunya hal ini akan kita perhatikan dan menjadi bahan evaluasi kita kedepan,” tutupnya. (IAN)

Comment