by

Walikota : Sekkot Baru Harus Paham IT

beritakotaambon.com – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy terus memantau seleksi calon Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon yang masih berjalan hingga kemarin. Menurutnya, calon Sekkot yang dibutuhkan ada dua hal, yakni paham Teknologi Informasi (IT) dan semangat berkelanjutan (Suistainable) dalam pembangunan.

Sebab, tantangan serius yang akan dihadapi Sekkot Ambon nantinya adalah kemajuan teknologi dan kebutuhan pelayanan publik yang signifikan. Sehingga diharapkan bisa paham dua hal tersebut.

Menurutnya, IT sangat penting, mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi kemajuan teknologi. Apalagi Ambon merupakan salah satu Smart City di Indonesia.

Baca juga: Smart City Ambon Jadi Tantangan Terberat

“Kita diperhadapkan sebuah realita kemajuan masyarakat dan kebutuhan pelayanan publik yang singnifikan. Dimana yang pertama terkait dengan IT dan kedua karena Ambon ini menjadi salah satu kota cerdas atau smart city,” sebutnya, Sabtu (23/10).

Walikota dua periode ini mengaku, dirinya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika Sekkot Ambon yang terpilih tidak paham dengan IT. “Saya tidak dapat membayangkan kalau Sekot nantinya tidak menguasai IT,” tukasnya.

Menurutnya, Sekkot adalah jabatan teknis, sehingga seorang Sekkot paling tidak harus menguasai IT, dan mampu mengoperasikan program secara langsung. Ini demi kemajuan Ibukota Provinsi Maluku ini.

Dan jika walikota tidak mengerti soal IT, sambung Richard, itu tidak terlalu menjadi soal. Sebab, jabatan walikota hanya jabatan politik dan bisa memerintahkan operator untuk melaksanakannya.

“Kalau Walikota tidak kuasai IT tidak apa- apa, karena Walikota adalah jabatan politis. Ia bisa memerintahkan operator untuk laksanakan, tetapi tidak demikian halnya dengan Sekkot yang merupakan jabatan teknis. Maka itu Sekkot baru harus paham IT,” tegasnya.

Selain penguasaan IT, tambah Richard, seorang Sekkot, harus memahami semangat sustainable, atau keberlanjutan dari pembangunan yang telah dirintis dan dilaksanakan bersama selama 10 tahun terakhir.

“Semangat keberlanjutan itu harus mewarnai seluruh implementasi kepemimpinan. RPJMP 20 tahun 2006–2026 harus dipahami betul. Karena kita membangun Ambon ini ibarat membangun sebuah rumah,” jelasnya.

Baca juga: Widya Ajak Masyarakat Lawan Covid-19

Ia menuturkan, dalam membangun rumah yang pertama kali dilakukan adalah mendirikan pondasi, selanjutnya mendirikan tembok dan menutup atap rumah. Dalam fase ini, rumah sudah layak ditinggali namun belum menjadi rumah yang ideal bagi penghuni.

“Oleh sebab itu semangat pembangunan ini harus dilanjutkan. Jangan sampai belum menjadi rumah yang ideal, sudah mulai bongkar dan renovasi, maka Ambon tidak akan pernah maju,” tuturnya.

Mantan anggota DPRD Maluku ini optimis, enam peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama Sekkot, memiliki semua kriteria ideal yang diharapkan sebagai pemimpin birokrasi Pemkot Ambon.

“Siapapun yang terpilih sebagai Sekot nanti, pastinya telah lolos dan memenuhi asas kepantasan dan kepatutan. Kita ingin sosok Sekot yang handal, kredibel, akuntabel, dan bertanggungjawab. Itu sebabnya dibuka secara umum untuk dilamari siapa saja yang memenuhi persyaratan,” imbuhnya.

Sekedar tahu, seleksi terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemkot Ambon ini diikuti 6 calon. Diantaranya Enrico Matitaputty, Joy Adriaansz, Fahmi Sallatalohy, Jacob Silanno, Agus Ririmase dan Samuel Huwae. (IAN)

Baca juga: Cegah Stunting, Pemkot Bentuk Tim Pendamping Keluarga

Comment