by

Walikota-Sekkot Gagal Divaksin

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, dan Sekertaris Kota (Sekkot) Ambon, A. G. Latuheru, sangat menyesel karena tidak dapat ikut pada program vaksinasi vaksin Covid-19 serentak diseluruh Indonesia, Jumat (15/1).

Pantauan Berita Kota Ambon di RSUP Dr. J. Leimena, para vaksinator yang melakukan pscreening terhadap Walikota dan Sekkot Ambon, menolak untuk melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 terhadap keduanya.

Sebab hasil screening Walikota dan Sekkot tidak memenuhi syarat untuk bisa disuntik Vaksin Covid-19.

Walikota Ambon saat ini sudah berumur 60 tahun lebih. Sementara umur yang bisa disuntik vaksin tersebut, minimal 18 tahun hingga 59 tahun.

Sedangkan Sekkot Ambon awalnya telah lolos registrasi. Namun saat berpindah ke meja kedua (screening), dia dinyatakan tidak bisa disuntik vaksin Covid-19, Karena tekanan darahnya naik 160 mmHg.

Padahal sesuai ketentuan, minimal tekanan darah seseorang yang bisa disuntik vaksin dibawa 150/90 mmHg.

Terkait itu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mengatakan, merasa kecewa. Karena dia ingin sekali bisa disuntik vaksin Covid-19 yang pertama di Kota Ambon. Agar masyarakat bisa melihat, kalau vaksin Covid-19 sangat bermanfaat untuk pencegahan penularan Covid-19.

“Dari segi persyaratan sebetulnya begitu. Cuma faktor umur saja. Saya memenuhi syarat dari tensi darah, cuma usia sudah lebih dari 60. Jadi mesti pending dulu,” ujarnya, kepada wartawan setelah keluar dari RSUP Dr. J. Leimena.

Walikota dua periode ini mengaku, apabila tahap pertama memperbolehkan umur diatas 60 tahun, maka dia orang pertama di Kota Ambon yang harus disuntik. Sebab dia pemimpin harus bisa menjadi contoh kepada masyarakat.

Dengan begitu, lanjut politisi Partai Golkar itu, mengatakan, akan membuat kekhawatiran masyarakat terkait vaksin Covid-19 kemungkinan bisa hilang, sehingga mereka akan mengikuti penyuntikan vaksin tersebut.

“Kalau misalnya persyaratan bisa diatas 60, tentu kita harus jadi contoh dong. Presiden saja bisa, masa kita tidak. Resiko jadi pemimpin itu kan harus jadi contoh buat rakyat,” sebutnya.

Selain itu, Sekkot Ambon, A. G. Latuheru, menjelaskan, sangat siap untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19. Akan tetapi tidak bisa, lantaran darahnya naik hingga 160 saat dicek oleh para vaksinator di RSUP Dr. J. Leimena.

“Saya sebetulnya siap untuk divaksin. Tapi tadi setelah dicek, tekanan darahnya 160. Jadi mereka (petugas-red) bilang istirahat sebentar atau 7 hari kemudian baru balik lagi divaksin. Kalau segi usia, saya memenuhi syarat,” tandasnya. (IAN)

Comment