by

Walikota Umumkan Tarif Baru Angkot

beritakotaambon.com – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, resmi umumkan kenaikan tarif angkot. Kenaikan tarif angkot ini disesuaikan dengan rencana penghapusan BBM subsidi jenis premium, oleh pemerintah pusat hari ini.

Kenaikan tarif angkot ini, disampaikan walikota dalam pidatonya, saat hadiri Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke 446 yang diselenggarakan DPRD Kota Ambon secara virtual, Senin (6/9).

Menurutnya, berbagai kebijakan pembangunan secara nasional, juga akan memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat, termasuk masyarakat di Kota Ambon. Dan salah satu kebijakan pemerintah untuk menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan diganti dengan pertalite, akan menyebabkan terjadinya penyesuaian terhadap tarif angkutan umum.

“Terkait hal itu, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat di Kota Ambon. Karena mulai hari ini (kemarin), seluruh tarif angkutan umum akan mengalami kenaikan,” tandas Richard.

Baca juga: Angkot di Ambon Akan Dipasang Barcode

Menurutnya, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, pihaknya akan berupaya meningkatkan pelayanan demi kenyamanan masyarakat. “Beberapa kebijakan yang akan ditempuh saat ini adalah melakukan penyederhanaan jalur trayek, peremajaan kendaraan umum khusus untuk kendaraan dengan usia diatas 20 tahun. Serta pembayaran biaya transportasi non tunai dengan sistem barcode,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette mengaku, pidato Walikota tersebut merupakan finalisasi dari sekian usulan yang disampaikan. “Iya, terkait pidato Pak Wali tadi itu baru finalisasi ya,” sebut Robby.

Dijelaskan, untuk kelanjutan dari besaran kenaikan tarif angkot baru akan diumumkan tadi malam, atau hari ini. “Bisa sebentar malam atau besok pagi diumumkan ya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono, mendukung kenaikan tarif angkot yang telah diumumkan walikota itu. Namun menurutnya, kenaikan tariff harus tetap memperhatikan keseimbangan sopir angkot dan masyarakat selaku penumpang. “Kita sepakat tarif angkot naik, tapi di angka yang berpihak ke pengemudi angkot dan masyarakat,” tegasnya.

Politsi Gerindra ini menilai, berdasarkan hasil rapat bersama dengan Dishub Kota Ambon kemarin, telah disepakati bersama untuk kenaikan tarif angkot tidak melebihi 30 persen. Sementara, untuk daerah pegunungan atau perbukitan, kenaikan tarif maksimal harus diangka 35 persen.

Baca juga: Angkot Diatas 20 Tahun Dilarang Beroperasi di Ambon

“Jadi hasil rapat dengan Dishub kita sepakat itu kenaikan tarif angkot yang di daerah landai tidak boleh lebih dari 30 persen. Untuk daerah tanjakan yang membutuhkan bahan bakar ekstra, itu maksimal 35 persen. Karena berdasarkan mekanisme kenaikan tarif itu sangat tinggi, karena harus menghitung bahan bakar,” tutup Sekretaris DPC Gerindra kota Ambon ini. (UPE)

Comment