by

Wanita Terlibat Kasus Prostitusi Online Minta Ringan Hukuman

Ambon, BKA- Menilai ancaman hukuman yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon terhadap terdakwa Wa Pia,yang dijerat atas kasus penjualan anak dibawah umur kepada lelaki hidung belang terlalu berat, membuat dirinya meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon.

Permintaan itu terdakwa sampaikan dalam nota pembelaan (pledoi) yang dibacakan di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (2/12). Dalam pembelaannya, terdakwa meminta keringanan hukuman, dengan alasan terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Terdakwa juga meminta keringanan hukuman, karena dia adalah orang tua tunggal. Terdakwa mengaku memiliki lima anak yang harus dia bekerja untuk menghidupi mereka.

Untuk diketahui, terdakwa dituntut empat tahun penjara oleh jaksa penuntut umum JPU Kejari Ambon. Selain hukuman empat tahun penjara, terdakwa juga didenda Rp. 100 juta dan subsider dua bulan kurungan penjara
Sidang dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa itu dipimpin majelis hakim yang diketuai Jenny Tulak.

Sebelumnya diberitakan, terdakwa oleh JPU dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 88 Jo pasal 76 huruf 1 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Seperti diberitakan, terdakwa melakukan aksinya dua kali pada 26 Januari 2020 dan 9 Mei 2020 terhadap korban R dan O.
Kejadian itu terjadi di penginapan Puncak Asrama, Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Terdakwa menawarkan korban R dan O pada lelaki hidung belang dengan mengiming-imingi para korban dengan bayaran Rp 400 ribu. Namun, terdakwa hanya memberikan para korban uang Rp 100 ribu.

Terdakwa bahkan menawarkan kedua korban yang masih dibawah umur itu melalui media sosial facebook.
Terdakwa melanggar pasal 297 KUHP tentang perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki dibawah umur.(SAD)

Comment