by

Warga Benteng Munculkan Kearifan Lokal

beritakotaambon.com – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon yang ke-446 dan Hari Kejadian Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-85, warga RT 002/RW 06 Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, memunculkan berbagai kearifan lokal, berupa permainan rakyat Maluku.

Perayaan HUT dengan moto “Baku Keku Toma Maju Jadi Bae” berlangsung hikmad, meskipun diguyur hujan lebat yang melanda Kota Ambon.

Tari Cakalele dan Tari Lengso, yang dimaikan muda-mudi Benteng, memeriahkan kegiatan yang digelar di Gudang Arang, Selasa (7/9).

Pantauan Berita Kota Ambon dilokasi kegiatan, sejumlah permainan tradisional digelar anak-anak RT 00/RW 06 Kelurahan Benteng. seperti, gici-gici rok, galasin atau asen, lengkalileng dan sekolah batu.

Baca juga: HUT Kota Ambon ke 446

Selain menampilkan sejumlah permainan tradisional, dilokasi kegiatan juga diwarnai dengan sejumlah kuliner lokal.

Anggota DPRD Maluku, Saudah Tethol, yang ditemui dilokasi kegiatan, mengatakan, apa yang dilakukan warga RT 002/06 Keluarahan Benteng tersebut merupakan wujud kebersamaan dan rasa kekeluargaan, dalam menyambut HUT Kota Ambon dan hari kejadian GPM.

Dengan moto “Mari Baku Keku Toma Maju Jadi Bae”, ini mengisyaratkan bahwa hidup kekeluargaan yang terbangun di lingkungan warga, bukan hanya sebatas dilingkungan saja, tetapi dirasakan juga oleh basudara yang tinggal di luar daerah.

Sebagai bagian dari warga RT 002/06, Tethol mengatakan, berbagai tarian maupun permainan tradisioanl yang ditampilkan, banyak yang sudah tidak dimainkan lagi oleh anak sekarang. Jadi sekarang ditampilkan kembali sebagai pengingat.

Baca juga: 60,9 Persen Warga Ambon Sudah Divaksinasi

“Tarian ataupun permainan anak yang sengaja diangkat kembali, demi mengingatkan kembali bahwa permainan ini ada filosofinya, sebuah kebersamaan, persaudaraan dalam sebuah permainan. Inilah yang harus ditanamkan kepada generasi masa kini,” ujar Ketua Komisi II DPRD Maluku itu.

Ketua Panitia, Yenny Luhulima, mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh warga RT 002/06 adalah wujud ungkapan syukur warga Gudang Arang sebagai warga Kota Ambon, dengan menampilkan kembali berbagai permainan tradisonal.

“Mungkin sekarang ini, anak-anak senang pada permainan online, gadjet dan sebagainya, yang membuat mereka mungkin tidak peduli kepada teman-teman sebaya mereka. Tetapi dengan kita menampilkan permainan tradisional ini, dapat memupuk rasa persaudaraan yang ada,” pungkas Luhulima.(RHM)

Baca juga: Angkot di Ambon Akan Dipasang Barcode

Comment