by

Warga Desak Ganti Karateker Desa Gunak

BULA-BKA, Ketua Badan Permusyawaratan Negeri Administratif (BPNA), Desa Administratif Gunak, Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Muhamad Arfin Kwairumaratu, resmi memimpin rapat bersama masyarakat desa setempat, untuk menggantikan karateker Suprihatin Rumagia.

Pergantian tersebut dilakukan, karena Rumagia dinilai tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD), selama menjabat karateker sejak tahun 2020 hingga tahun ini.

Dihadapan warga, Arifin mengaku, dari awal pencairan DD dan ADD tahun 2020 sampai selesai, dirinya tidak pernah menerima satu laporan dari pemerintah desa setempat.

“Selama perjalanan desa ini, dalam proses pencairan tahun 2020 sudah selesai, Ketua BPNA tidak pernah menerima satu laporan pecairan dana desa administratif Gunak, sampai saat yang beta (saya) pertemuan dengan masyarakat ini,” terang Arifin, Rabu (21/07).

Menurutnya, tidak pernah diinformasikan soal pengurusan apapun yang dilakukan karateker dan perangkat yang ada di Bula. Dirinya bahkan mempertanyakan kepada sekertaris dan prangkat desa soal pencairan dana desa 2020. Karena hampir dua tahun kepemimpinan, Suprihatin Rumagia, tidak pernah melihat papan informasi ataupun kantor desa.

“Seperti hal kecil di Bula, kaur yang ada di desa ini berangkat tanpa kita (BPNA) diinformasikan, sama halnya saat pulang. Jadi hari ini (kemarin) saya tanya kepada kaur-kaur 2020, apakah tahun 2020 sampai sekarang tidak pernah cair atau cair. Dalam tahap pertama berapa dan kedua berapa, karena kita tidak punya papan informasi. Dan apa yang sudah bangun, perlu kasih penjelasan,” tanya dia.

Selaku Ketua BPNA, lanjut Arifin, dirinya sipa bertanggungjawab atas semua aspirasi masyarakat. Dirinya bahkan mempersilahkan masyarakat bertanya soal keberadaan kantor desa. Serta meminta data dukungan untuk perggantian karateker Desa Administratif Gunak.

“Dan masyarakat saya kembalikan. Sebagai BPNA saya siap untuk bertanggung jawab masyarakat desa ini. Dan harus pertanyakan dimana kantor desa, dan dimana papan nama desa,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Administratif Gunak, Ali Akbar mengaku, dari tahun 2020 sampai 2021 ini tidak ada kantor desa. “Perlu bapa ibu tahu, bahwa persoalan kantor desa, sempat dalam rapat, pejabat sendiri menyatakan bahwa tidak ada lagi kantor desa. Maka kalau kita bertanya soal kantor desa, Desa Gunak dari tahun 2020 sampai 2021 tidak ada kantor desa,” sebut Ali. (SOF).

Comment