by

Warga Dihimbau Waspada Bencana Alam

Ambon, BKA- Sejumlah bencana ala yang belakangan ini melanda sejumlah daerah di Indonesia akibat cuaca ekstrim, ditanggapi serius oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon. Masyarakat dihimbau agar selalu waspada terhadap bencana alam jika cuaca ekstrim terjadi.
Sebab dengan adanya fenomena La Nina yang diprakirakan akan bertahan hingga Februari 2021 nanti, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberapa kali telah mengeluarkan peringatan dini, agar masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya tetap waspada terhadap cuaca ekstrim akibat fenomena La Nina. Karena dengan adanya fenomena tersebut, dapat berpotensi terjadi hujan deras dan angin kencang.

Belum lagi dengan kemunculan fenomena awan Culumonimbus (Cb) yang tampak di langit kota Ambon pada Senin (18/1) pagi kemarin. Fenomena ini sempat viral dan menjadi perbincangan di media sosial
Kepala BPBD Kota Ambon, Demmy Paiis menghimbau, agar masyarakat kota Ambon yang bermukim di daerah perbukitan maupun bantaran sungai, untuk selalu waspada terhadap bencana alam. Baik longsor, banjir dan bencana alam lainnya.

“Kami sudah koordinasi dengan BMKG. Perkiraan BMKG itu, sampai bulan Maret itu akan terjadi hujan, baik itu intensitas rendah hingga tinggi. Ambon saat ini tidak dengan kondisi normal,” sebut Demmy, kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (19/1).

Menurut dia, jika intensitas hujan tinggi, bisa mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor. Untuk itu, masyarakat harus selalu waspada terhadap adanya fenomena La Nina.
“Kami himbau untuk warga Ambon, khususnya yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana alam, seperti dilereng-lereng gunung maupun didaerah-daerah aliran sungai untuk tetap waspada,” pesannya.
Karena kat dia, cuaca bisa berubah kapan saja. Yang tadinya panas kemudian menjadi hujan yang lebat secara tiba-tiba. “Contohnya Senin (kemarin-red) pagi hujan, malam terjadi hujan besar. Maka dari itu, kami minta agar warga tetap berhati-hati, ” terangnya.

Dia mengaku, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk menyampaikan informasi terkait kondisi cuaca kepada warga lewat, group Whatsapp Desa-Desa di Kota Ambon.
“Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG, dan informasi-informasi itu, kami sampaikan lewat WA group. Maupun dari kominfo sudah koordinasi dengan Telkomsel itu, akan menyampaikan informasi kepada warga Desa lewat HP dan sebagainya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meterologi Kelas II Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar, lewat rilisnya mengaku, masyarakat kota Ambon dan Maluku Tengah harus tetap waspada terhadap potensi hujan sedang yang akan terjadi pada siang hingga sore hari. Prakirakan ini berlaku hari ini hika tanggal 22 Januari 2021.

Dijelaskan, berdasarkan analisa pola angin lapisan atas, adanya tekanan rendah pada wilayah utara Australia, yang menyebabkan terbentuknya belokan massa udara pada wilayah Maluku, khususnya Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Tenggara (Malra).

Menurutnya, kelembaban udara lapisan atas terpantau normal hingga basah (70-90 persen). Dan anomaly suhu permukaan laut wilayah Maluku menunjukan keadan normal hingga hangat, khususnya pada wilayah laut Banda dan laut Seram. Yang mengindikasikan adanya tambahan suplai uap air di sekitar wilayah tersebut.

“Pertumbuhan awan-awan hujan lebih dipengaruhi oleh proses labilitas secara lokal sehing awan-awan hujan cukup aktif bertumbuh. Jadi waspada terhadap hujan sedang di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah pada siang dan sore hari,” sarannya. (IAN/UPE)

Comment