by

Warga Dinilai Pemicu Arogansi Pol-PP

Ambon, BKA- Sebagian warga kota Ambon, dianggap belum mengetahui secara jelas tugas-tugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), khususnya Kota Ambon. Sehingga terkadang menjadi pemicu terhadap arogansi Satpol PP di lapangan.

Hal ini disampaikan Kepala Satpol PP Kota Ambon, Josias Loppie, kepada wartawan, Jumat (5/3). Pernyataan ini sekaligus menanggapi pesan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, yang meminta agar para Satpol PP tidak bertindak arogan saat bertugas di lapangan.

Menurut Josias, terkadang masyarakat banyak yang tidak mau mengakui kesalahan saat ditegur oleh Satpol PP. Salah satunya para pedagang yang jelas-jelas telah berjualan di badan jalan.

“Pol-PP juga manusia. Yang mana punya batas kesabaran. Pol-PP tetap menjalankan tugas, sesuai undang-undang,” tandas, Josias.

Dituturkan, pihaknya tidak pernah menjalankan tugas dengan sifat arogan. Hanya saja, ada sebagian masyarakat yang tidak taat terhadap aturan. “Semua jalankan tugas seperti biasa. Kalau ada yang kasar manusiawi lah. Kasar juga karena warga tidak taat,” sebutnya.

Bahkan anggotanya, sambung Josias, pernah dilawan sejumlah masyarakat saat bertugas. Dengan cara mengelaurkan kata-kata yang tidak baik, hingga membuat personilnya geram. “Terkadang warga juga keluarkan kata-kata yang membuat personil saya jengkel. Bahkan ada yang tabrak personil,” beber dia.

Ia menilai, terkadang perbuatan yang dilakoni sejumlah masyarakat terhadap personilnya di lapangan, sangat tidak baik. Sementara personilnya selalu diberikan arahan saat akan bertugas di lapangan, agar tetap persuasif dan profesional, sesuai standar operasional Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang mengacu dari peraturan perundang-undangan.

“Kita tetap menjalankan tugas seperti biasa. Tegas, tidak kasar, persuasif, profesional dan elegan. Kita akan selalu siaga sesuai tema tahun 2021 di usia Pol-PP yang sekarang. Intinya kita akan siap,” pungkas Josias. (IAN)

Comment