by

Warga Jadi Prioritas Penggunaan Anggaran Desa

Dalam penyaluran anggaran baik Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD), seluruhnya diprioritaskan untuk kepentingan warga. Salah satunya pada Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon.

Sekretaris Negeri Laha, Fahmi Mewar mengatakan, skala prioritas desa di tahun ini lebih memprioritaskan warga.

“Kita berpatokan pada anggaran. Pada saat laporan sudah kita masukan ke pemerintah lalu dana dicairkan, saat itu juga kita melihat apa yang menjadi kebutuhan warga,” tandas Fahmi, saat dihubungi koran ini, Selasa (6/7).

Berbagai bantuan yang diberikan kepada masyarakat, kata dia, berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Usaha Mikro (UKM). Seluruhnya disalurkan kepada warga yang namanya terdaftar sebagai penerima bantuan tersebut.

Fahmi menjelaskan, BLT dan UKM bersumber dari dana desa dan alokasi dana desa. Dimana BLT diberikan secara tunai kepada masyarakat, sedangkan UKM diberikan berupa peralatan usaha.

“Kalau program BPNT dan BST itu dari pemerintah. Bantuannya berupa sembako dan uang tunai sebesar 300 ribu,” sebut dia.

Dia juga menyampaikan, penyaluran dana desa dan alokasi dana desa tahun 2021 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.

“Jumlahnya sama saja, namun mekanisme pemberiannya ini yang berbeda dari tahun sebelumnya. Kalau tahun kemarin kan anggarannya diberikan langsung keseluruhannya. Tapi kali ini kita harus buat laporan kegiatan dulu, laporan pertanggung jawaban setelah itu baru diberikan anggarannya,” terangnya.

Untuk tahun ini, tambahnya, dana Negeri Laha lebih memprioritaskan hak warga. Apalagi di masa pandemi saat ini, dimana masyarajat sangat membutuhkan sentuhan dari pemerintah.

“Warga yang harus kita utamakan dulu. Karena sebagian besar warga kita kan petani dan nelayan. Untuk itu kita utamakan hak mereka terlebih dahulu. Apalagi sekarang masih dalam kondisi pandemic. Masyarakat sangat membutuhkan sentuhan bantuan dari pihak pemerintah,” ucapnya. (BKA-2)

Comment