by

Warga Keluhkan Pemadaman Listrik

Ambon, BKA- Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Ambon maupun Wilayah Maluku Maluku Utara, dinilai tidak konsisten dalam menjaga pasokan listrik jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Pasalnya belakangan ini, pemadaman listrik masih terus terjadi di beberapa wilayah Kota Ambon.

Pantauan koran ini, pemadaman listrik belakangan ini sering terjadi di beberapa wilayah kota Ambon. Dimana waktu pemadaman bahkan mencapai lebih dari satu jam. Akibatnya, banyak warga selaku pelanggan listrik yang mengeluh dan menilai PLN tidak konsisten menjaga pasokan listrik.

“Belakangan ini sering mati lampu. Biasanya mati saat malam hari sampai satu jam lebih baru nyala. Sementara tidak ada informasi pemadaman. Memang tidak setiap hari, tapi kadang itu bisa 2 sampai tiga kali padam di bulan ini. Kita juga bingung. Kalau memang ada masalah jaringan, harusnya dikasi tahu,” keluh Hasni, salah satu warga Kelurahan Urimesing, kecamatan Nusaniwe, kepada koran ini, Rabu (16/12).

Hal senada juga dikeluhkan Martin, salah satu warga Kelurahan Karpan, kecamatan Sirimau. Menurutnya, harusnya ada informasi pemadaman listrik dari PLN. Karena beberapa kali terjadi pemadaman. Dan hal tersebut sangat meresahkan warga.

“Memang belakangan ini beberapa kali lampu mati (padam). Tidak setiap hari, cuma kadang-kadang. Tapi ini meresahkan warga. Harusnya ada pemberitahuan dari PLN kalau terjadi pemadaman. Kita saja kalau terlambat bayar listrik ditagih, bahkan sampai di ancam mau diputus. Jadi wajar kalau kita komplen,” tandasnya.

Tempat terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Cristian Latumahina, saat dikonfirmasi mengaku, berencana memanggil pihak PLN untuk mempertanyakan pemadaman listrik yang belakangan ini sering terjadi.

Menurutnya, karena kondisi DPRD saat ini masih menunggu swab lanjutan dari Dinas Kesehatan Kota Ambon akibat salah satu anggota DPRD yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka komisi sementara menunda agenda tersebut. Namun untuk komunikasi selaku mitra akan dilakukan untuk tetap memastikan tidak ada lagi pemadaman yang terjadi.

“Memang ini kan sementara sebagian pimpinan fraksi dan DPRD sementara ikut Adeksi. Dan sebagian anggota juga belum aktif, makanya nanti kita lihat perkembangan dulu. Tapi kita nantinya akan coba berkomunikasi dengan pihak PLN untuk mempertanyakan pemadaman ini. Kita harap, pemadaman tidak terjadi lagi jelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” harapnya.

Sebelumnya, PLN Unit Induk Wilayah Maluku Maluku Utara dalam rilisnya menyebutkan, siap menjaga pasokan listrik jelang Pilkada 9 Desember pekan lalu, dan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Dimana untuk Natal dan Tahun Baru disiapkan 2.580 petugas untuk menjaga pasokan listrik mulai 10 hari sebelum perayaan Natal hingga 10 hari setelah Tahun Baru 2021.

Namun faktanya, pemadaman di kota Ambon masih terjadi di tanggal 16 Desember 2020 dini hari kemarin. Dan pemadaman yang terjadi di sekitar wilayah kelurahan Urimessing, yakni kawasan Ponegoro dan sekitarnya ini, lebih dari satu jam.

“Sebanyak 495 petugas kami siagakan untuk menjaga pasokan saat Pilkada serentak di tanggal 9 Desember mendatang. Dan 2.580 petugas untuk menjaga pasokan listrik mulai 10 hari sebelum Natal hingga 10 hari setelah Tahun Baru 2021, yang tentunya juga berpedoman pada protokol kesehatan”, ujar Senior Manager Teknik PLN UIW MMU, Pedi Sumanto lewat rilis Humas PLN Unit Induk Wilayah MMU, belum lama ini.

Pihaknya juga memastikan, bahwa dari sisi ketersediaan pasokan listrik saat Pilkada serentak maupun Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dipastikan aman. Yankni untuk Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, PLN menyiapkan 33 genset berkapasitas 2 kW hingga 100 kW yang disiapkan di lokasi pelaksanaan ibadah Natal dan Tahun baru di Maluku dan Maluku Utara, termasuk Kota Ambon.

“Sebagai contoh untuk di sistem Ambon sendiri, Daya Mampu kami saat ini mencapai 99,34 MW dengan Beban Puncak 54,50 MW. Dengan demikian daya yang tersedia cukup, karena terdapat cadangan daya sebesar 44,84 MW. Lalu untuk di sistem Ternate-Tidore, Daya Mampu kami mencapai 52,50 MW dengan Beban Puncak sebesar 34,78 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 17,72 MW,” sebutnya.

Ditambahkan, adapun kegiatan pemeliharaan listrik yang berdampak padam, ditiadakan selama menjelang Natal dan Tahun Baru. Namun pemeliharaan rutin seperti inspeksi jaringan, perabasan pohon dan perbaikan konstruksi Jaringan Distribusi tetap dilakukan untuk menjaga keamanan dan kehandalan pelayanan kepada pelanggan PLN.

“Kami pun juga menghimbau kepada seluruh pelanggan jasa pengguna listrik untuk dapat menghubungi Contact Center PLN 123 ataupun posko-posko siaga kami di kantor PLN terdekat, apabila terdapat gangguan kelistrikan yang mungkin dialami,” tutup Pedi. (UPE)

Comment