by

Warga Keluhkan Pemadaman Listrik

beritakotaambon.com – Sejumlah warga Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), mengeluhkan pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN.

Apalagi pemadaman tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan, sehingga berbagai aktivitas masyarakat menjadi terganggu.

Salah satu pengusaha servis laptop dan Hp di Kota Tiakur, Dolfi Septory, mengungkapkan, biasanya PLN memberikan pemberitahuan kalau akan dilakukan pemadaman.

Namun pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, ungkapnya, dilakukan tanpa pemberitahuan. Padahal pemadaman listrik yang terjadi berulang-ulang, bisa empat kali pemadaman dalam sehari.

Baca juga: Yanlua Demo Belah Warga Sabuai di PN SBT

“Waktu pemadaman memang tidak lama, tetapi pemadaman berkali-kali, mengakibatkan kita sebagai pengusaha service cukup terganggu. Banyak alat elektronik yang diperbaiki, tapi tiba-tiba terjadi pemadaman. Otomatis itu sangat mengganggu usaha kami,” ungkapnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Manager PLN ULP Moa, Ronald Kiriwenno, mengatakan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik tersebut.

Diantaranya, terangnya, disebabkan oleh aktivitas penyinkronan mesin pembangkit baru dengan mesin lama, sebelum digunakan. Akibatnya terjadi gangguan pada distribusi listri ke masyarakat.

Selain itu, akuinya, beberapa waktu belakang ini sering terjadi gangguang jaringan yang tidak diketahui oleh pihak PLN.

Gangguan listrik yang terjadi itu, katanya, memang tidak diketahui. Hal itu terjadi karena memang ULP PLN Moa kekurangan sumber daya manusia, sehingga banyak kerusakan yang terjadi tanpa sepengetahuan pihak PLN.

“Untuk memantau secara rutin situasi jaringan di Pulau Moa, tentu membutuhkan banyak sumber daya manusia. Tetapi jumlah karyawan yang tidak mencukupi untuk melakukan hal tersebut, sehingga banyak kerusakan yang terjadi tanpa sepengetahuan pihak PLN,” jelasnya.

Baca juga: Harap Anak Daerah Dapat Porsi Seleksi TNI

Namun untuk penyebab terjadinya gangguan listrik beberapa waktu ini di Pulau Moa, katanya, sudah diketahui penyebabnya setelah dilakukan penelusuran terhadap sumber kerusakan. Selain itu, sumber kerusakan juga dapat diketahui dari informasi masyarakat.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan, katanya, ditemukan banyaknya kerusakan pada kabel jaringan maupun isolator yang pecah.

“Kondisi jalur jaringan listrik di Pulau Moa juga menjadi kendala dalam pendistribusian listrik, dimana jalur jaringan yang ada saat ini belum 100 persen melingkari Pulau Moa. Sekitar 75 persen yang teraliri jaringan listrik, sehingga jika terjadi gangguan pada satu titik, maka tidak ada alternatif lain untuk mengaliri wilayah yang tidak terdapat gangguan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, katanya, kabel yang digunakan saat ini juga masih berjenis AAAC (All Aluminium Alloy Conductors) terbuat dari kawat aluminium campuran atau telanjang. Kondisi ini mengakibatkan mudahnya jadi kerusakan,

Baca juga: Timnas Belanda Akan Berkunjung ke Ambon

Karena itu, dirinya telah menyurati PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara agar dapat memperhatikan persoalan yang saat ini dihadapi PLN ULP Moa. Termasuk digantinya kabel jaringan ke jenis AAAC-S, agar mengurangi kerusakan yang kerap terjadi. (GEM)

Comment