by

Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Hidup

beritakotaambon.com – Lebih dari setahun, pemerintah belum mampu memutus penyebaran Covid-19. Masyarakat yang berpenghasilan kecil, justru merasa lebih kesulitan untuk penuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Belum lagi PPKM level III yang hingga kemarin masih diterapkan pemerintah kota.

Makmur (41), salah satu supir angkot Hunuth, kepada koran ini mengaku, sangat sulit mencari nafkah dengan kondisi pandemik saat ini. Sebab, dengan adanya PPKM level III, banyak masyarakat yang justru memilih tidak keluar rumah. Belum lagi pembatasan jam operasional angkot yang telah ditentukan, membuat penghasilan supir angkot menurun.

Baca juga: Harap PPKM Tidak Diperpanjang

“Rata-rata penghasilan normal per hari sebelum covid 19 mencapai 250.000, kini menurun hingga di bawah Rp 100.000. Sehingga saya lebih memilih di rumah dari pada mencari. Memang perbedaan jauh sekali jika dibandingkan sebelum covid. Kalau seperti ini terus, maka akan semakin mempersulit kita masyarakat kecil ini. Karena penghasilan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Makmur, Rabu, (18/8).

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini, para supir angkot tidak bisa memaksakan kehendak. Karena tingkat penyebaran virus yang disampaikan Satgas Covid-19 terbilang cukup tinggi.
“Kita jalani saja. Kita percaya bahwa, dibalik semua ini ada rencana indah yang sudah disediakan Yang Maha Kuasa. Semoga pandemi ini cepat berakhir, agar kita dapat melakukan aktivitas secara normal kembali,” harapnya.

Makmur juga menilai, kondisi Ambon saat ini bisa kembali normal dan jauh dari wabah Covid-19. Namun itu kalau masyarakat tidak menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Lateri Dorong Bantuan UKM Bagi Warga

“Kalau kita masyarakat tidak menyimpang dari aturan pemerintah. Yakni, tetap jaga jarak dan rajin cuci tangan. Karena dengan disiplinlah kita semua sudah membantu memutuskan mata rantai Covid 19 di Kota Ambon,” pungkas Makmur. (LAM)

Comment