by

Warga Medan Respons Bobby Menang: Jangan Korupsi

Menantu Presiden Jokowi yang juga calon wali kota Medan, yakni Bobby Nasution ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Medan. Dia, bersama Aulia Rachman, meraih suara lebih banyak dari Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Masyarakat Kota Medan memberikan respons beragam terkait hal itu. Ada yang cemas Bobby merealisasikan janji kampanyenya, meminta agar tidak korupsi, dan ada pula yang semangat menyambut perubahan.
Optimis Kinerja Bobby
Warga Kecamatan Medan Johor, Fandi salah satu orang yang senang ketika Bobby-Aulia dinyatakan sebagai pemenang. Dia yakin Bobby tidak akan terbelit kasus korupsi seperti para wali kota sebelumnya.
“Saya kemarin mencoblos Bobby – Aulia. Karena mereka masih muda. Pengen suasana baru saja, apalagi dia asli anak Medan. Saya yakin aja dia enggak korupsi,” kata Fandi yang bekerja sebagai sopir ojek online.
Hal lain yang disukai Fandi yakni Bobby adalah menantu Presiden Jokowi. Nama besar di belakang Bobby, kata Fandi, tentu membuat suami dari Kahiyang Ayu itu berpikir panjang untuk korupsi.
“Saya yakin dia bagus orangnya, apalagi faktor dia menantunya Presiden. Harapannya pengen Medan bebas korupsi,” ucap Fandi.
Diminta Jangan Korupsi
Berbeda halnya dengan respons Ridwan, warga Kecamatan Medan Amplas. Dia pesimis Bobby bisa memimpin Pemkot Medan dengan baik lantaran tak punya pengalaman.
“Dia tidak punya pengalaman. Kita enggak tau dia orangnya bagaimana. Apalagi biasanya kan pejabat ini sering umbar janji pas belum duduk (belum menjabat). Kalau sudah duduk lupa dia sama janjinya,” kata Ridwan.
Meski demikian, Ridwan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak, tetap berharap Bobby-Aulia bisa dengan maksimal menjadi pimpinan di Pemkot Medan.
Dia berharap Bobby memperhatikan rakyat kecil. Lapangan pekerjaan juga perlu diperluas.
“Bagaimana pun dia sudah menang. Memang kita enggak terlalu berharap, tapi ya kita maunya dia jangan korupsi lah. Sediakan lapangan pekerjaan dan jangan lupa rakyat kecil,” ujarnya.
Harapan agar Bobby-Aulia tidak korupsi juga disampaikan warga Medan Johor, Lili Yoanda. Dia mengingatkan bahwa Bobby sudah memiliki kekayaan Rp54,8 miliar, sehingga tak perlu lagi menimbun kekayaan dengan korupsi.
“Bobby tak usah janji muluk muluk, cukup salurkan bantuan ke orang yang berhak menerimanya. Jangan korupsi, dia kan udah kaya, berasal dari keluarga pejabat. Hartanya miliaran, jadi jangan sampai diambil uang rakyat, jangan korupsi walau sepeserpun,” ucapnya.
Lili juga takut Bobby melupakan janji kampanyenya. Kecemasan itu didasari sejumlah partai politik yang mengusung Bobby-Aulia. Lili khawatir Bobby lebih sibuk membagi-bagi kekuasaan dan proyek kepada partai politik pengusung.
Di Pilkada Medan, Bobby-Aulia didukung 10 partai politik PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, PSI serta Gelora dan Perindo.
“Saya tak punya harapan Medan jadi lebih baik. Karena saya lihat cukup sulit untuk Bobby -Aulia menepati janji mereka. Apalagi mereka ini disokong 10 partai. Tentu ada bagi bagi kekuasaan dan bagi-bagi proyek nya,” kata Lili.
Urus Banjir dan Jalan
Puput Julianti Damanik, warga Medan Tembung, lebih suka menggantungkan harapan ketimbang memelihara kecemasan.
Dia berharap Bobby-Aulia benar-benar fokus menyelesaikan masalah yang telah lama berkutat di Medan. Puput juga ingin Bobby membuat banyak tempat wisata yang nyaman bagi masyarakat.
“Karena dia menantu Presiden, tentu orang sudah kenal. Harapan saya semoga Bobby – Aulia bisa memenuhi janjinya. Terutama untuk kondisi Medan yang banjir, sampah di mana- mana, banyak jalan berlubang,” kata Puput.
“Saya juga berharap di Medan ini ada tempat wisata alam yang nyaman dan ada WiFi nya. Jadi kita gak melulu ke mall aja,” sambungnya.
Sebelumnya, rapat pleno penghitungan suara KPU menetapkan Bobby-Aulia memperoleh 393.327 suara atau 53,45 persen dari suara sah.
Unggul atas Akhyar Nasution-Salman Alfarisi yang hanya memperoleh 342.580 suara atau 46,55 persen.

(INT)

Comment