by

Warga Sirisori Dipotong Tiga Kali

Ambon, BKA- Caken Uktolseja, terdakwa pembacok warga Sirisori Amalatu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mengakui dipersidangan kalau dirinya memotong korban sebanyak tiga kali.

Hal ini dilakukan karena terdakwa geram terhadap sikap korban yang kerap membuat hal-hal yang tidak menyenangkan orang tua terdakwa.

Pengakuan terdakwa ini disampaikan langsung dalam persidangan dengan agendan pemeriksaan dirinya (terdakwa), yang di pimpin ketua majelis hakim, Yantw Wattimury Cs. Dihadiri, JPU dari Kecabjari Saparua Ardy,pada sidang, Selasa (2/3).

Kata dia, puncak kemarahan terdakwa,ketika saat itu ia pulang dari Hutan. Ia mendengar kalau korban sedang berbuat masalah dengan orang tua terdakwa, sehingga mereka tengah melakukan penyelesaian di kantor Negeri Sirisori. Terdakwa kemudian mengikuti ke kantor negeri, membawa parang dan panah-panah wayar.
“Sampai di kantor negeri, tanpa banyak bicara terdakwa langsung melayangkan parang ke arah korban,” jelas terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa memotong korban mengenai belakang kepala, atas telinga dan bawah telinga. Dan juga parang terdakwa diayunkan ke belakang korban. “Jadi potong tiga kali yang mulai, saya akui dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbutan ini,” pungkasnya.

JPU dalam berkas dakwaan ini menyebutkan, terjadi tindak pidana tersebut lantas terdakwa sakit hati terhadap korban. Karena sebelum terdakwa membacok korban, korban mengeluarkan kata-kata kotor terhadap ayah terdakwa. Karena terdakwa tidak terima, dia kemudian melakukan aksi membabi buta itu.

Kejadian ini terjadi,pada 23 Oktober 2020 lalu. Dan pasca korban mengeluarkan kata-kata kotor kepada ayah terdakwa, sempat terjadi adu mulut antara kedua belah pihak.
“Bahkan saat itu, ayah terdakwa dan beberapa keluarga terdakwa sedang bersama korban di dalam kantor Negeri Sirisori Amalatu untuk menyelesaikan masalah tersebut. tiba-tiba, terdakwa menyambangi korban dan langsung membacok korban di dalam kantor,” rinci JPU Ardy yang juga Kacabjari Saparua.

Atas perbuatan tedakwa, korban mengalami,sabetan pada kepala belakang bagian kiri,telapak tangan kiri,bagian punggung sebelah kanan, bagian lipatan kaki kiri mengalami luka potong yang cukup serius.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (1) UU Darurat no.12 1951 jo pasal 351 ayat (1) KUHPidana.(SAD)

Comment