by

Warga Tanah Merah Krisis Air Bersih

Warga Dusun Tanah Merah, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah saat ini mengalami krisis air bersih. Mereka berharap, agar ada perhatian serius dari pemerintah kabupaten setempat maupun provinsi.

Hal ini ditemukan, saat anggota DPRD Maluku, Mouren Vivian Uneputy melakukan reses sesuai dapilnya, baru baru ini.

”Saat turun reses kemarin di Dusun Tanah Merah, Liang Kecamatan Salahutu, masyarakat disana meminta untuk pengadaan air bersih. Karena mereka kekurangan air bersih,” ungkap Mouren, kepada wartawan di saat gedung DPRD Maluku, Karpan, Ambon, Rabu (18/5).

Menurut Mouren, kukurangan air bersih dikarenakan bak penampung air yang dahulu pernah dikerjakan, lewat program penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pansimas) telah rusak dan tidak dapat beroperasi lagi.

Selain itu, peralatan lainnya seperti pipa dan juga mesin sudah terlepas, sehingga masyarakat di sana sangat kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat harus membeli air dari mobil tangki air.

Selain Dusun Tanah Merah, lanjut dia, reses lainnya juga dilakukan di Desa Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Dimana warga disana mengusulkan untuk membuat tempat pembuangan sampah. Sebab selama ini, masyarakat membuang sampah langsung ke pantai akibat menimnya tempat pembuangan sampah (TPU).

“Kemudian juga untuk Kecamatan Telutih ada permintaan dari Negeri Ulahan Laha Laba, Laha Sarani, dan Yamalatu untuk pengadaan sekolah. Khususnya untuk SMA. Ini dikarenakan jarak rumah ke SMA yang ada disana sangat jauh,” bebernya.

Dikatakan, jarak yang ditempuh sekitar 8 km untuk bisa sampai ke sekolah. Belum lagi dengan tidak adanya angkutan umum yang beroperasi disana. Sehingga sangat menyulitkan masyarakat terkhususnya anak sekolah, di tingkat SMA.

“Kami sudah membahas dengan dinas terkait untuk menanggulangi permasalahannya ini,” sebutnya.

Mouren menambahkan, pihaknya sudah bicarakan dengan kadis terkait, agar pengadaan sekolah bisa diupayakan, sambil menunggu lahan.

”Selanjutnya Desa Yaputih, Kecamatan Tehoru, masyarakat meminta untuk mengaktifkan kembali Puskesmas di Yaputih. Dan pemasangan bronjong di bantaran sungai, karena masyarakat khawatir jangan sampai terjadi erosi yang diakibatkan oleh air sungai atau hujan, mengingat sekarang sudah masuk musim penghujan,” tutupnya. (RHM)

Comment