by

Warga Tolak Pemberhentian Kades Letoda

Ambon, BKA- Masyarakat Desa Letoda Dusun Letwaru dan Dusun Werwawan, Kecamatan Pulau Lakor menolak keputusan Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach terkait pemberhentian Kepala Desa (Kades) Letoda, Sarjon Udimera.

Penolakan tersebut disampaikan melalui aksi damai yang dilakukan puluhan masyarakat dari kedua desa tersebut, di depan kantor Camat Pulau Lakor, Jumat (9/4).

Koordinator Aksi, Stenly Tanewa, dalam orasinya meminta Camat Pulau Lakor untuk mendengar aspirasi masyarakat Desa Letoda, Dusun Werwawan dan Dusun Letwaru. Untuk kemudian disampaikan kepada bupati MBD agar membatalkan keputusannya terkait dengan pemberhentian Kades Letoda beberapa waktu lalu.

Dikatakan, usulan BPD Desa Letoda kepada Bupati MBD terkait pemberhentian Kades Letoda, tidak diketahui masyarakat Desa Letoda, Dusun Werwawan dan Dusun Letwaru.
Menurutnya, usulan pemberhentian Kades Letoda merupakan usulan pribadi oleh Ketua BPD Desa Letoda, Frans Pitanlakor. Tanpa melalui musyawarah dan mufakat dengan masyarakat Desa Letoda , Dusun Werwawan dan Dusun Letwaru.

Karena itu, Camat Pulau Lakor diminta agar menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan kepada BPD Desa Letoda. Agar dapat membuat rapat, guna membuat SK pembatalan usulan pemberhentian dimaksud.

Menyikapi hal itu, Camat Pulau Lakor, Irfan Boby Alerbitu menjelaskan, selaku warga negara Indonesia, tentu masyarakat mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat. Namun pemerintah daerah telah menyakapi permasalahan di Desa Letoda, yakni SK yang ditandatangani Bupati MBD sebagai tindak lajut laporan dari BPD Desa Letoda, atas dugaan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh Kades Letoda.

Irfan berjanji, akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Letoda. Menurut dia, aspirasi yang disampaikan saat akan dilaloporkan kepada Bupati MBD. Dan hasil dari tindaklanjut tentang pengusulan pembatalan SK Pemberhentian Kades Letoda, akan disampaikan secara terbuka.

Dia berharap, masyarakat dapat bersabar untuk menunggu hasil keputusan bupati, terkait aspirasi yang disampaikan masyarakat. Dia juga meminta masyarakat, agar nantinya dapat menerima seluruh keputusan bupati dengan lapang. Dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merusak tatanan hidup kekeluargaan, yang selama ini telah dijaga dengan baik di bumi bertajuk Kalwedo. (GEM)

Comment