by

Warga Waiheru Didakwa Pakai Narkoba

AMBON-BKA, Alistra Tri Julianto, pemuda yang bermukim di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon didakwa pakai narkoba oleh jaksa penuntut umum Kejari Ambon.

Hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum Ester Wattimury, menggiring terdakwa ke persidangan perdana di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (13/8).

Pria 25 tahun, asal Sulawesi Selatan ini didakwa melanggar pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Terdakwa juga diketahui membeli narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat netto 9,325 gram.

Sidang tersebut dipimpin ketua majelis hakim, Hamzah Kailul dibantu dua hakim anggota lainnya, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Peny Tupan.

Jaksa penuntut umum dalam berkas dakwannya menyebut, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi, Selasa 13 April 2021, sekitar pukul 12. 00 WIT, bertempat di depan Asrama Haji Perumahan BTN Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Awalnya, anggota polisi dari Polda Maluku mendapat informasi bahwa akan terjadi transaksi narkotika jenis tembakau sintetis oleh terdakwa. Atas informasi tersebut, petugas datang memantau keberadaan terdakwa di kediamannya. Tidak lama kemudian, mereka melihat terdakwa datang dan menerima paket kiriman dari kurir. Setelah itu terdakwa masuk ke dalam rumah terdakwa.

Selanjutnya, selang 15 menit,anggota polisi langsung masuk ke dalam rumah dan menanyakan perihal paket kiriman yang baru saja terdakwa terima dan diakui oleh terdakwa bahwa paket tersebut berisi narkotika jenis tembakau sintetis.

Atas pengakuan terdakwa, petugas langsung menggerebek terdakwa ke kantor Ditresnarkoba Polda Maluku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setelah dilakukan interogasi lanjut, diketahui paket tersebut berisi narkotika golongan satu jenis tembakau sintetis, yang dikemas dalam plastik klem bening yang dibungkus dengan 3 potong kain.

“Terdakwa mengakui narkotika tersebut terdakwa dapatkan dengan cara memesan via online melalui akun Instagram dengan nama tobacco.id dengan harga Rp. 850.000. Terdakwa juga sudah tiga kali melakukan pemesanan tembakau sintetis untuk terdakwa konsumsi sendiri,” tandas JPU dalam berkas dakwannya.

Usai mendengarkan dakwaan jaksa, hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi fakta. (SAD)

Comment