by

Warga Wayame Hadiri Safari Gemarikan

Ambon, BKA- Ratusan warga Dusun Keranjang, Desa Wayame, hadiri Safari Gemarikan yang dibawakan langsung oleh Anggota DPR RI Dapil Maluku, Saadiah Uluputty bersama Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Program ini untuk mencegah peningkatan stunting khususnya Desa Wayame, dan Maluku secara umum. Sekaligus untuk mempersiapkan Maluku sebagai daerah Lumbung Ikan Nasional (LIN). Dimana Safari Gemarikan ini sengaja dikampanyekan, karena melihat angkat terkonfirmasi stunting di Maluku, khususnya kota Ambon cukup banyak.

Salah satunya di desa Wayame sendiri, yang terkonfirmasi sekitar 47 kasus stunting yang dialami bayi dengan usia rata-rata 0-23 bulan. SEhingga dengan Safari Gemarikan ini diharapkan dapat membantu menekan angka stunting yang ada.

Penjabat Desa Wayame, Noer. A. La Saleman mengaku, untuk desa Wayame sendiri ada sekitar 47 kasus stunting yang terkonfirmasi. Dimana Pemerintah Desa Wayame sementara melakukan penanganan lewat program desa seperti pemberian vitamin serta makanan tambahan.

Kemudian dengan program Safari Gemarikan yang dikampanyekan Anggota DPR RI Saadiah Uluputty beserta stakeholder lainnya, dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Wayame, khususnya Dusun Keranjang untuk lebih mengkonsumsi ikan, agar dapat mencegah stunting.

“Pemdes Wayame sangat bersyukur dengan program Safari Gemariikan ini. Apalagi yang datang ini ibu Saadiah dari DPR RI Dapil Maluku dan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kita harap, program ini dapat meningkatkan pemahaman warga dusun Keranjang, Desa Wayame agar lebih mengkonsumsi ikan, khususnya ibu hamil dan bayi. SEhingga dapat mencegah angka stunting di Desa Wayame,” terang Noer, kepada wartawan, usai kegiatan Safari Gemarikan di Dusun Keranjang, Senin (3/5).

Diakuinya, dari paparan yang disampaikan dalam program tersebut, banyak warga yang mulai menyadari pentingnya mengkonsumsi ikan dari pada telur dan yang lainnya. Dan hal ini kedepan dapat mencegah peningkatan stunting, sehingga masyarakat khususnya ibu hamil dan bayi akan lebih sehat ketika mengkonsumsi ikan.

“Dengan adanya program ini warga lebih mengerti, dan bisa mencegah stunting. Karena Desa Wayame lumayan tinggi, ada 47 kasus bayi yang terkonfirmasi stunting. Dan sebagian juga kana da nelayan, sehingga program ini juga bisa memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil Maluku, Saadiah Uluputty menjelaskan, Safari Gemar yang merupakan program nasional itu, perlu dikampanyekan ke seluruh Indonesia, termasuk Maluku. Sehingga Ia bersama pihak KKP dan stakeholder lainnya, hadir untuk mengkampanyekan gemar makan ikan kepada masyarakat. Agar dapat mencegah stunting, memulihkan ekonomi masyarakat lewat UMKM, serta mempersiapkan masyarakat untuk nantinya menyambut Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

“Kita hadir ini untuk sukseskan program Safari Gemarikan ini. Sehingga selain mencegah stunting, generasi kedepan juga bisa lebih cerdas dan tangguh diantara persaingan global. Dimana dengan langkah pembangunan yang belum terkelola dengan baik ini, kedepan bisa ditata kembali leawt program yang ada. SEhingga tahun ini dan tahun 2022 mendatang, bisa digerakkan bagaimana Maluku nantinya bisa ditetapkan sebagai LIN, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, program ini juga membutuhkan perhatian pemerintah dan seluruh pihak, sehingga program ini bisa menjadi penggerak dan ditata secara profesional agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dikatakan, selain dusun Keranjang, ada juga 6 titik lainnya di Kecamatan Teluk Ambon yang dikampanyekan program Safari Gemarikan. Yang mana telah dibagikan 1000 paket ikan bagi warga di Kota Ambon. Diantaranya dusun Waringin Cap, Taeno Bawah, Taeno Atas, Air Ali, Telaga Pange dan dusun Bandari.

Sehingga dengan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2021 kemarin, dapat meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil dalam pemenuhan gizi ikan dan pencegahan stunting.

“Program ini sebagai upaya memenuhi gizi ikan ke masyarakat, dan pencegahan stunting untuk pertumbuhan anak-anak, dan gizi untuk ibu-ibu hamil. Mengkonsumsi ikan yang baik, juga akan berpengaruh untuk kecerdasan otak,” Jelasnya.

Menurut Uluputty, Maluku sebagai salah satu LIN, punya potensi perikanan. Sehingga hal ini perlu diperhatikan pemerintah agar potensi tersebut dapat dikelola dengan baik.

“Maluku punya potensi perikanan yang sangat bagus sekali, kami berharap dengan program ini para pemangku kepentingan di pusat (red.DPR RI), Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa datang melihat langsung, betapa banyak potensi perikanan kita. Tetapi, ini butuh satu masterplan yang tepat.

Dirinya melanjutkan, Maluku bukan saja menjadi objek. Tapi juga sebagai subjek untuk berpartisipasi guna membangkitkan kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat. Olehnya itu, kita harus mempersiapkan sarana prasarana penunjang dan pemetaan daerah-daerah sentra perikanan, agar potensi-potensi ini bisa dikelola dengan baik.

Acara serimonial itu, juga dilakukan launching Rumah Keluarga Indonesai (RKI) oleh DPD PKS Kota Ambon, yang diinisiasi untuk berkontribusi kepada masyarakat, diantaranya penanggulangan kemiskinan.
Yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon Feberien Maail, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Dr. Abdul Haris, Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Machmud, Anggota DPRD Provinsi Maluku Rostina Hasyim, serta stakeholder lainnya. (BKA-2)

Comment