by

Warga Wiratan Pertanyakan Biaya Instalasi

GM : Itu Bukan Kewengan PLN Tapi Pelanggang

Ambon, BKA- Masyarakat Desa Wiratan, Kecamatan Dawelor Dawera, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), mempertanyakan besarnya biaya pemasangan instalasi rumah pelanggang pasang baru.

Terhadap itu General Manager (GM) PT PLN UIW M2U, Romantika Dwi Juni Putra, mengatakan, untuk pemasangan instalasi, bukan menjadi tanggung jawab PLN. Tapi tanggung jawab pihak perusahan jasa instalasi listrik yang menangani instalasi di rumah pelanggang pasang baru.

Besar biaya instalasi yang dipatok setiap pelanggang baru sebesar Rp 700 ribu, dengan rincian, setiap rumah dipasang tiga titik mata lampu yang besar per titik Rp 100 ribu. Sehingga total untuk tiga titik mata lampu sebesar Rp 300 ribu, ditambah biaya material sebesar Rp 400 ribu. Maka jumlah keseluruhan sebesar Rp 700 ribu.

Ternyata besar biaya tersebut, belum termasuk biaya penyambungan listrik dari PLN. Besar biayanya tergantung besar VA yang diminta pelanggang.

“Terima kasih, kalau ada info dari masyarakat seperti ini. Namun saya jelaskan kembali, kalau soal pemasangan instalasi di rumah pelanggang, bukan kewenangan dari PLN. Tapi tanggung jawab warga sendiri, termasuk patokan harga yang diminta juga diluar PLN, tapi perusahan jasa instalasi,” jelas Romantika, saat dikonfirmasi BeritaKota Ambon, Selasa(25/8).

Tanggung jawab PLN, kata orang nomor satu di PLN M2U ini, tugas PLN hanya menyiapkan pembangkit dan membangun tiang-tiang jaringan kelistrikan menuju desa tersebut.

Selanjutnya, dengan sudah tersedianya jaringan kelistrikan, warga diharapkan dapat memasang instalasi listrik di rumah masing-masing dengan menggunakan biaya sendiri. Bukan dari PLN.

“Tanggung jawab PLN itu hanya sampai di kWh meter saja. Namun tentu ada juga biaya penyambungan aliran listrik,” ujarnya.

Untuk biaya penyambungan listrik, lanjut Romantika, itu disesuaikan dengan aturan yang disesuaikan dengan besar Per VA yang diminta, baik daya 450 VA atau 900 VA.

Sejauh ini, antara PLN dengan pelanggang hanya sampai pada kWh meter di rumah pelanggang. Namun dirinya sangat yakin, kalau setiap pemasangan listrik sebelumnya harus dilakukan pemasangan instalasi listrik. Dan itu biasanya dilakukan oleh pekerja instalatir di perusahan jasa instalasi, yang besar tarif standarnya juga diatur. Sehingga tidak ada pihak PLN yang bermain distu, karena PLN hanya sampai pada kWh meter yang dibayar lewat bank.

“Jadi tidak ada orang PLN yang berani menerima uang penyambungan, semuanya lewat bank. Sehingga tidak ada cas yang diterima petugas PLN. Khusus di Desa Wirata, saya sendiri belum tahu, apakah bank dan Kantor POS ada atau tidak disana. Karena selama ini, kita menerima uang harus lewat bank transfer langsung ke kas PLN,” tegasnya.

Masih biaya instalasi dan penyambungan lanjut, Romantika, khusus di desa-desa, biasanya ada peran pemerintah daerah setempat yang membantu meringankan beban masyarakat untuk membayar semua itu. Namun sejauh ini, pihaknya belum mengetahui ada subsidi dari Pemda MBD terkait dengan biaya tersebut.(RHM)

Comment