by

Waspada Bencana Hidrometeorologi

Masyarakat Maluku diminta untuk mewaspadai, kemungkinan terjadinya bencana Hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Peringatan itu disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura, menyusul perpanjangan siaran pers tentang perubahan cuaca buruk signifikan di wilayah Maluku hingga 11 Juli.

“Kami dari meteorologi sudah mengeluarkan siaran pers mengenai kewaspadaan cuaca buruk untuk beberapa pekan ke depan, untuk intensitas hujan sedang hingga lebat,” ungkap Koordinator Bidan Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura, Wilhelmina Paays, Senin (5/7).

Menurutnya, perpanjangan peringatan perubahan cuaca buruk itu karena potensi awan cumulonimbus di wilayah Maluku, yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan sedang hingga lebat maupun petir juga kilat.

“Kondisi suhu permukaan air cenderung menghangat, khususnya di Seram Bagian Timur, Laut Banda, dan perairan Kepulauan Kei, mendukung tersedianya suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan (cumulonimbus),” terang Paays.

Selain itu, lanjutnya, gelombang tropis Rossby Wave dan angin timur juga terpantau aktif di wilayah Maluku.

“Angin timur dan gelombang tropis Rossby Wave terpantau di wilayah Maluku. Gelombang Robbsy Wave berpotensi menjadi pemicu cuaca buruk di wilayah Maluku,” jelasnya.

Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat Maluku mewaspadai cuaca buruk, sesuai hasil pantauan BMKG, yang berpotensi terjadi di Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Selama musim hujan, bisa terjdi penurunan jarak pandang secara tiba-tiba, serta dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi, seperti, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” tutup Paays.(MG-2)

Comment