by

Wattimury Harap Penambahan Kursi DPR RI Dapil Maluku

Dari 560 anggota DPR RI, Provinsi Maluku hanya dijatahi empat kursi. Jumlah tersebut tentu sangat sedikit.

Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimuri, berharap Maluku mendapat tambahan kursi di DPR RI. Dari empat kursi menjadi tujuh kursi.

Penambahan jatah kursi DPR RI untuk Maluku dinilai penting, untuk meningkatkan nilai tawar atau bargaining position, terhadap berbagai kepentingan Maluku secara nasional di pemerintah pusat.

Kalau hanya dengan kondisi saat ini, empat kursi di DPR RI, menurut Wattimury, maka banyak kepentingan Maluku di pusat (Jakarta) tidak dapat dilakukan secara optimal.

”Bayangkan saja, ada 11 atau 12 Komisi di DPR RI. Namun hanya ada empat orang perwakilan. Jika mereka hanya terisi diempat komisi, sehingga ada tujuh komisi yang tidak bisa terisi. Maka bagaimana kepentingan Maluku di komisi yang tidak terisi itu dapat diperjuangkan? Itu sangat merugikan kita,” ungkap Wattimuri, Senin (31/5).

Berdasarkan pengalaman sebelumnya dan berkali-kali dibicarakan dalam pertemuan rekan-rekan dengan DPR RI dapil Maluku, ungkapnya, berbagai kepentingan Maluku yang kandas di DPR RI karena faktor jumlah keterwakilan.

Terkait keinginan dan masalah tersebut, Wattimury mengaku, telah membicarakannya dengan Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Pada dasarnya, gubernur sangat merespon hal tersebut. Sehingga bersama untuk memperjuangkannya ke pemerintah pusat.

“Kita bisa gunakan pendekatan zona, meliputi 5 daerah kabupaten, yakni, Maluku Tenggara Raya yang dianggap zona 1. Buru, Seram dan Kota Ambon zona 2. Zona 1, kita dapat 3 kursi dan zona 2 dapat 4 kursi. Maka kita kan bisa mendapatkan 7 kursi, karena kita memiliki 11 kabupaten dan kota,” jelasnya.

Memang, katanya, untuk memperjuangkan hal tersebut tentunya tidak mudah. Apalagi ini telah diatur dalam undang-undang. Sehingga perjuangkan perlu dilakukan, meski tidak mudah. Namun apapun yang dilakukan, perlu dipikir tentang masalah kepentingan masyarakat Maluku.

”Kita harus terus membuka ruang untuk membicarakan masalah ini. Dan bukan kali ini saja kita membahas hal ini, namun sebelumnya sudah pernah dibicarakan untuk penambahan kursi dari Maluku. Gubernur selaku kepala Pemerintah Daerah, hanya menjembatani pikiran-pikiran dengan problem yang ada saat ini, agar bisa melihat kedepannya seperti apa,” pungkas Wattimury.(RHM)

Comment