by

Wattimury Minta Oknum Pegawai Tak Palsukan Hasil Rapit Test

Ambon, BKA- Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, mengatakan, upaya percepatan penanganan Covid-19 tidak akan pernah selesai, jika masih ada oknum yang melakukan pemalsuan hasil Rapid Test maupun Swab.


Hal itu disampaikan Wattimury untuk menindaklanjuti dugaan pemalsauan RDT, oleh salah satu oknum pegawai di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Maluku.

“Saya baru menerima informasi. Saya harap, hal ini tidak terjadi. Harus dilihat dengan baik dan ditangani dengan baik. Sebab kalau sampai dibiarkan, maka upaya mengatasi penyebaran Covid-19 tidak akan pernah selesai, kalau masih ada praktek-praktek seperti ini,” ujarnya, kepada awak media diruang kerjanya, Jumat (23/10).

Untuk itu, Ketua Tim Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Maluku meminta tim Gugus Tugas Provinsi Maluku maupun kabupaten/kota, untuk terus berkoordinasi sebaik-baiknya. Sehingga RDT bisa dilakukan dan didata dengan baik.

“Seandainya seseorang RDT, kita katakan tidak Reaktif, maka tentu berdampak bagi masyarakat yang lain. Atau sebaliknya, dia non reaktif, kita katakana reaktif, maka secara psikologi akan menambah beban bagi yang bersangkutan. Karena itu, hasil RDT apa adanya kita sampaikan saja kepada yang bersangkutan. Dengan demikian, dia perlu hati-hati,” terang Wattimury.

Dia berharap, petugas kesehatan dan gugus tugas yang melakukan RDT, dapat melaksanakan tugas dengan baik, dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

Terkait pengawasan, dirinya akan berkoordinasikan dengan Komisi IV DPRD Provinsi Maluku atau Tim I Pengawasan Penanganan Covid-19 membidangi kesehatan, agar berkoordinasi dan mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Tentu menjadi masukan bagi kami untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya.(RHM)

Comment