by

Wawali Bantah Isu Larangan Berhijab

Ambon, BKA- Wakil Walikota (Wawali) Ambon, Syarif Hadler, angkat bicara terkait isu pelarangan berhijab yang dialami salah satu anak berinisial T di kota Ambon, yang diviralkan akun FB atas nama Shelvia Kanal baru-baru ini.
Ketika ditemui wartawan di ruangannya, Rabu (31/3) Hadler menegaskan, isu yang beredar di media sosial itu sama sekali tidak benar. Karena anak yang berinisal T tersebut belum mendaftar di sekolah swasta yang dituding melarang penggunaan hijab.

“Anak yang bersangkutan belum mendaftar secara resmi. Sehingga seharusnya hal ini tidak menjadi masalah sebagaimana yang beredar di media sosial,” tutur Hadler.

Politisi PPP ini mengaku, Ia bersama Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Camat Baguala telah bertemu dengan pihak sekolah swasta itu. Guna meminta klarifikasi tentang persoalan yang sebenarnya. Dan ternyata, anak T hingga saat ini belum terdaftar sebagai siswa di sekolah tersebut.

Dituturkan, pihak sekolah swasta yang diwakili wakil kepala sekolah pada kesempatan itu, menjelaskan bahwa sekolah mereka di bawah naungan yayasan dan tersebar di seluruh Indonesia. Dimana tidak memberlakukan SKB tiga menteri tentang seragam dan atribut sekolah.

“Dapat disimpulkan bahwa pada sekolah swasta itu memberlakukan seragam dan atribut sendiri di luar SKB Tiga Menteri. Dan tidak menggunakan atribut lain selain yang ditentukan yayasan,” ungkap Wawali.
Wawali menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Badan Kesbangpol tengah berupaya menelusuri persoalan ini, agar tidak menjadi polemik di masyarakat.

“Persoalan ini hendaknya tidak dijadikan polemik yang berlebihan, karena isu-isu seperti ini sangat sensitif bila dikaitkan dengan kehidupan sosial masyarakat kota Ambon,” ujarnya.

Dia jua meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan status di media sosial yang belum tentu sesuai dengan kenyataan yang terjadi.
Dan untuk pemilik akun FB atas nama Shelvia Kanal, dalam salah satu postingannya mempertanyakan pelarangan hijab di sekolah kepada anak T yang dinilai menyalahi prinsip toleransi dan Bhineka Tunggal Ika.

“Tugas anak bersekolah pada dasarnya untuk membangun kecerdasan intelektual anak, kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional anak. Point spritual quotien anak akan tercederai ketika apa yang diyakini menjadi nilai–nilai positif dalam ajarannya dilarang, karena salah memaknai toleransi,” tulis Shelvia dalam postingannya. (IAN)

Comment