by

WBP Rutan Masohi Terima Ijazah Ratibul Kubro

AMBON-BKA, Dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Masohi, menerima ijazah Ratibul Kubro, Jumat (6/8).

Dua WBP yang mendapat ijazah Ratibul Kubro, merupakan pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) sekaligus Imam Masjid Darussalam Rutan Masohi.

Ijazah itu diberikan langsung oleh Ustaz Ridwan Abbas dari Bekasi, Jawa Barat, secara virtual.

Kepala Rutan Masohi, Bayu Muhammad, mengatakan, kegiatan keagamaan secara Daring atau virtual, merupakan salah satu inovasi pelayanan yang diberikan Rutan Masohi kepada WBP.

Baca juga: AMGPM Cabang Eden Adaut Bersih Lingkungan

Untuk itu, dia sangat apresiatif terhadap kedua WBP yang menerima ijazah Ratibul Kubro, agar WBP yang lain lebih bersemangat mengikuti pembinaan keagamaan. Sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, setelah selesai menjalani masa pidana.

“Pandemi Covid-19, tidak menjadi halangan untuk memperoleh ijazah Ratibul Kubro dari ulama langsung. Semoga yang didapat dari dua imam Masjid Rutan Masohi ini, dapat dibagikan kepada WBP lainnya,” harap Bayu.

Ratib merupakan kumpulan doa dan zikir matsurat, yang bersumber dari hadis Rasulullah SAW. Kemudian dirangkai oleh ulama dalam suatu susunan tertentu, berdasarkan besarnya fadhilah yang terkandung. Tapi tetap ringan dan mudah diamalkan. Ratib sendiri berasal dari segi kata berarti “susunan” atau “urut-urutan yang tertib”.

Sejak awal penyusunannya, semua pembacaan Ratib, termasuk Ratib Kubra, telah diijazahkan secara umum oleh para penyusunnya kepada seluruh umat Islam. Membaca Ratib tanpa ijazah, itu tetap fadhal (utama). Jika membacanya dengan ijazah, maka dianggap afdhal (lebih utama). Karena itu, diperlukan ijazah dari seorang ulama yang benar-benar mumpuni.(*)

Comment