by

Widya Sambangi Bayi Hidrosefalus di Hila

Ambon, BKA- Prihatin atas kondisi bayi hidrosefalus, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, mengunjungi Adzra Ni’mat Assagaff, bayi penderita hidrosefalus di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (3/8).

Hidrosefalus adalah kondisi saat terjadinya penumpukan cairan berlebihan di dalam otak. Pada keadaan normal, terdapat cairan otak yang mengisi ruangan-ruangan (ventrikel) di dalam otak dalam jumlah tertentu.

Namun, pada hidrosefalus, jumlah cairan otak tersebut berlebihan, sehingga menimbulkan penekanan sel-sel otak dan gangguan saraf sehingga menyebabkan kepala membesar. Inilah yang sementara dirasakan bayi Adzra Ni’mat Assagaff.

Sejak usia dua minggu, kepala Adzra terus membesar karena adanya penumpukan cairan berlebihan di dalam otak. Usianya kini sudah mencapai empat bulan, dan bengkak di kepalanya semakin membesar. Mendapat kabar tentang bayi malang ini, Widya pun tergerak untuk melihat secara langsung kondisi Adzra.

“Saya berharap agar Adzra segera tertangani secara medis, dan saya turut mendoakan kesembuhan Adzra” pinta Widya, dalam rilisnya usai bertemui orang tua Adzra.

Ibunda Adzra, Ipa Husna Albar, mengungkapkan, kondisi Adzra ini kemungkinan terjadi akibat dirinya mengalami benturan keras saat dia masih mengandung empat bulan.

“Saat itu terjadi gempa, dan saya mengandung Adzra empat bulan. Karena benturan, saya pikir dia sudah meninggal di kandungan karena perut saya sakit sekali,” ungkapnya.

Ia pun pasrah ketika Adzra mengalami hidrosefalus dan berharap putri keduanya itu bisa segera sembuh. “Kami berencana mengobati Adzra di Surabaya karena rumah keluarga kami dekat dengan rumah sakit,” katanya.

Widya pun berharap, keinginan orang tuanya membawa Adzra ke Surabaya menggunakan pesawat terbang, bisa dipikirkan kembali. Karena tekanan udara di ketinggian bisa berdampak buruk pada kesehatan Adzra.
“Kalau ibu dan bapak berkenan, Adzra kita tangani di Ambon. Kita sudah punya RSUP sudah bisa lakukan penanganan. Kalau pun keinginan ibu dan bapak mau mengobati Adzra ke Surabaya, tidak apa-apa. Hanya harus dipikirkan kembali, kalau ke sana menumpangi pesawat terbang. Mungkin lebih amannya kalau dengan kapal laut,” sarsan Widya.

Kadis Kesehatan, dr. Maiykal Pontoh menambahkan, bila Adzra mau ditangani di Ambon, maka dokter ahli akan didatangkan untuk melakukan operasi.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Haulussy dr. Rita Taihutu meminta agar lebih dulu dilakukan CT-Scan terhadap Adzra di rumah sakit di Ambon.

“Sehingga kita bisa tahu kondisi kepalanya sekarang seperti apa, termasuk paru-paru dan organ vital lainnya, sebelum dilakukan penanganan lanjut,” jelasnya.

Turut serta bersama istri Gubernur Maluku ini Sekda Maluku Kasrul Selang, Kadis Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meiykal Pontoh, Kadis Sosial Provinsi Maluku Sartono Pinning, Direktur RSUD dr. Haulussy dr. Rita Taihutu, dan Pokja IV Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku. (BKA-1)

Comment