by

Widya Tinjau Posyandu Balita di KKT

Ambon, BKA- Duta Perangi Stunting (Parenting) Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail, didampingi Enang Parenting Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Joice Fatlolon, meninjau posyandu balita Ebenhaizer dan Kelas Ibu Hamil di salah satu desa di Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, KKT baru baru ini.

Selain di Saumlaki, istri Gubernur Maluku ini berencana mengunjungi Desa Ritabel dan Desa Lelingluan, Kecamatan Tanimbar Utara, yang menjadi lokus stunting di KKT.

Tinjauan ke beberapa daerah dan lokus stunting, selain memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait stunting, juga mengajak untuk bersama-sama memeranginya.
“Kedatangan saya disini dalam kapasitas sebagai Duta Parenting, karena kepedulian seorang Inalatu Maluku kepada masyarakat Tanimbar, khususnya kelurahan Saumlaki ini,” ungkap Widya, lewat rilis yang disampaikan Humas Pemprov Maluku, Kamis (11/3).

Perangi stunting, sebut Widya, dapat dimulai dari dalam keluarga. Bermula dari proses awal kehamilan selama 1.000 hari pertama kehidupan, yang menjadi masa-masa emas seorang anak. Sampai kepada pola asuh, pola pemberian makan dengan gizi yang tepat serta kepedulian terhadap pendidikan anak.

“Perlu kita galakkan bersama “Gemar Makan Ikan”, karena kita memiliki laut yang melimpah dengan ikan. Dan ikan juga merupakan sumber protein yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak,” ajak Widya.

Guna memerangi stunting guna mewujudkan generasi penerus yang unggul dan berprestasi, Widya berpesan, setiap ibu hamil, perhatikan asupan gizi, kebersihan diri, rutin periksakan kesehatan ke posyandu dan puskesmas, minimal 4 kali selama sebulan. Rajin mengikuti kelas kelas ibu hamil di puskesmas.

“Jadi, selama ibu hamil, banyak makan ikan, karena ikan mengandung omega 3 yang sangat tinggi. Jadi, ketika bayi lahir akan menjadi anak-anak yang mempunyai kemampuan, mempunyai kecerdasan, karena pada saat hamil, ibu- ibu mengkonsumsi banyak ikan dan jangan lupa juga sayur,” ajak Widya.

Bahkan tidak mengkonsumsi mie instan dan jangan berpikir yang penting kenyang, sehingga jika masih ada kesempatan perbaiki asupan gizi ibu-ibu yang hamil.

Kepada para suami, diingatkan, agar tetap siaga yang siap antar dan jaga isteri atau anak ke posyandu dan bagi ibu yang mempunya balita, rajin mengantar anak ke posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembangnya dan mendapat imunisasi dasar lengkap.

Selain itu juga diingatkan bagi kepala desa atau lurah, jangan lupa, dalam penggunaan dana desa agar diprioritaskan untuk pencegan stunting juga pemberian insentif dan pelatihan kader posyandu. Kelima, di tingkat kecamatan, agar koordinasi lintas sketor lebih ditingkatkan. Saling bersinergi untuk memecahkan berbagai masalah di kecamatan termasuk masalah gizi dan kesehatan.

“Marillah kita bersama-sama menjaga diri dan keluarga kita. Seperti saya sampaikan tadi, tetap mematuhi prtokol kesehatan, tetap memakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak,” himbaunya. (RHM)

Comment