by

Yermias Perjuangkan Tol Laut Masuk Leti

Ambon, BKA- Sebagai anggota Komisi DPRD Provinsi Maluku, Anos Yermias lewat Pemerintah Pusat (Pempus) berhasil memperjuangkan Tol Laut Logistik masuk Kecamatan Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Perjuangan Ketua Fraksi Golkar DPRD Maluku ini, didasari adanya permintaan warga Kecamatan Leti da Wetar, meskipun pelayanan Tol Laut baru bisa menyinggahi Leti, selanjutnya akan disusul pulau Wetar
“Jadi sesuai dengan permintaan masyarakat, Leti dan Wetar. Tapi Wetar bersabar sedikit untuk tol laut logistik yang sudah menyinggahi pelabuhan Tomra Leti. Dan kami respon dan sudah mengajukan revisi ke pengelola tol laut. Dan hasilnya hari ini (kemarin), dermaga Tomra Leti sudah masuk kapal Tol Laut,” beber Yermias, kepada koran ini, Selasa (13/4)

Mantan Ketua Komisi III ini berharap, dengan masuknya Tol Laut, logistik harga barang di Leti dapat stabil. Karena tujuan dari Tol Laut adalah mengurangi kesenjangan harga dari sebelumnya sangat meresahkan warga.

“Artinya harga barang kebutuhan pokok itu, harus dapat disesuaikan, karena container sudah mendapat subsidi dari pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut,” paparnya.

Menurut dia, jika masyarakat MBD yang sudah disinggahi Tol Laut, masih merasakan harga barang mahal. Maka dipersilahkan melakukan komplain ke pemda setempat. Sehingga lewat dinas terkait agar dapat melakukan monitoring harga barang.

Sebab, tujuan pemerintah pusat, tol Laut harus bisa menyesuaikan harga atau mengurangi disparitas atau mengurangi kesenjangan ditangah masyarakat-masyarakat.
Sebagai anggota DPRD dari dapil 7 MBD dan KKT kata, Yermias, sangat merespon dengan masuknya program Tol Laut di Leti, sehingga diharapkan juga ada muatan balik dari hasil alam yang ada.

“Perlu saudara-saudara ketahui dalam rapat di kementerian, kami sudah membicarakan, bahwa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat pengguna jasa Tol Laut adalah harga container mahal. Kalau tidak ada muatan, balik,” terangnya.

Lewat Komisi III DPRD Maluku, dalam pertemuan di Kementerian baru-baru ini, bukan hanya Tol Laut Logistik masuk yang disubsidi tapi muatan balik juga telah mendapat subsidi dari Pemerintah.

“Itu artinya komoditi andalan daerah, silakan diangkut dengan menggunakan container menuju Surabaya. Sebagai daerah tujuan komoditi itu diexspor, sama hal dengan wilayah-wilayah yang disinggi kapal Tol Laut.

Sayangnya untuk container friser dalam expor ikan beku dari Larat masing terkendala sistim kelistrikan yang hanay nyala Senin-Kamis. (RHM)

Comment