by

Yosep Mancino Terancam 12 Tahun Penjara

Penyidik Unit Reskrim Polsek Nusaniwe, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, akhirnya menetapkan Yosep Mancino sebagai tersangka utama dalam kasus kebakaran asrama Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) yang terletak di Jalan Dr. Kayadoe, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia mengatakan, penetapan tersangka terhadap Yosep Mancino setelah penyidik memeriksa tiga saksi dan dua saksi korban serta mendengarkan keterangan tersangka.

“Setelah mendengar keterangan para saksi, polisi langsung menetapkan Yosep Mancino sebagai tersangka dalam kasus ini. Tersangka juga diancam melanggar pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” jelas Leatemia kepada wartawan, Selasa,(15/6).

Saat ini lanjut dia, tersangka sudah ditahan di Polsek Nusaniwe untuk kepentingan penyidikan lanjut. “Tersangka juga sudah ditahan. Penahanan dilakukan supaya menjaga tersangka jangan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti terkait. Pasalnya, kerugian material yang dialami para korban mencapai puluhan juta,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gedung asrama SPK di Kudamati ludes terbakar, Minggu malam 13 Juni 2021 lalu.
Kebakaran asrama yang kini ditempati empat kepala keluarga ini akibat ulah Yosep Mancino. Ia sengaja membakar tumpahan bensin yang berceceran di tanah hingga merembet membakar seisi gedung pada pukul 21.30 WIT.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izaac Leatemia, mengungkapkan, peristiwa itu berawal ketika Yulius Refan (43), salah satu penghuni asrama tersebut, sedang menyiapkan dagangannya berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium ini.

Saat sedang menyiapkan dagangan minyak eceran yang akan dijual di depan jalan, tiba-tiba datang pelaku Yosep Mancino. Kala itu, Yulius sedang mengisi minyak dalam botol berukuran 1 liter.

“Saat itu pelaku datang dan melihat bensin yang tertumpah di tanah. Dia lalu berkelakar sambil mengatakan “saya coba bakar ya,” kata Izaac mengutip keterangan korban Yulius Refan.

Mendengar ucapan pelaku, pria berusia 43 tahun ini melarangnya. Namun pelaku tidak menghiraukan larangan korban. Ia nekat mengambil korek api dari sakunya dan kemudian membakarnya.

“Pelaku mengutik korek api dan langsung api menjalar di sekitar TKP dan menghanguskan sekitar 60 liter BBM dan juga menghanguskan tempat sekitar,” katanya.

Melihat api dengan cepat merembet membakar sekitar tempat kejadian perkara (TKP), Yosep Mancino bukannya ikut membantu warga memadamkan dengan alat seadanya, ia malah kabur meninggalkan lokasi kejadian.
“Pada pukul 21.40 WIT empat unit mobil Pemadam kebakaran kota Ambon tiba dan langsung melakukan pemadaman dan dibantu oleh warga sekitar,” katanya.

Menurut Izaac, kebakaran itu menghanguskan satu blok gedung asrama SPK yang terdiri dari 2 lantai. Asrama ini telah ditempati oleh warga. Di lantai satu dihuni oleh Keluarga Yulius Refan, Ibu Joice Matatula dan Noce Matatula. Sementara di lantai dua ditempati Keluarga Cale Matatula.

“Jumlah kerugian dari peristiwa tersebut sekitar Rp.150.000.000,” terangnya.
Dalam peristiwa itu, ikut terbakar adalah dua unit sepeda motor yang sedang terparkir di TKP. Yaitu motor Mio Soul GT DE 6061 AY, milik Naomi Noach dan Kawasaki Ninja RR, milik Rommy Elkel.
“Sementara untuk korban jiwa baik luka tidak ada,” tandasnya.
(SAD)

Comment